Breaking News:

Diduga Jadi Calo CPNS, PNS Lhokseumawe Ini Diamankan Polisi, Peras Korban hingga Rp 2,5 M Sejak 2019

Ia merupakan PNS yang bertugas di salah satu kantor kecamatan yang ada di Kota Lhokseumawe.

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Agus Ramadhan
Google/net
Ilustrasi PNS - Diduga jadi calo CPNS, PNS Lhokseumawe ini diamankan polisi, peras korban hingga Rp 2,5 M sejak 2019. 

SERAMBINEWS.COM - Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil ( PNS) di Kota Lhokseumawe telah diamankan oleh kepolisian setempat.

Oknum PNS tersebut diamankan lantaran menjadi pelaku dugaan kasus penipuan dengan modus bisa mengurus kelulusan C PNS atau calo C PNS.

Kasus dugaan adanya calo CPNS ini diungkapkan oleh Polres Lhokseumawe dalam sebuah konferensi pers, Rabu (27/7/2022), sebagaimana diberitakan Serambinews.com.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto mengungkapkan, oknum PNS yang diamankan pihaknya itu ialah Af (54).

Ia merupakan PNS yang bertugas di salah satu kantor kecamatan yang ada di Kota Lhokseumawe.

AKBP Henki Ismanto, menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka sebenarnya telah dilakukan pada 23 Juni 2022 lalu.

Baca juga: BREAKING NEWS - Polres Lhokseumawe Ungkap Kasus Calo CPNS, Kerugian Korban Capai Rp 2,5 Miliar

Saat penangkapan itu, ujar Henki, pihaknya baru mendapat 2 laporan dari korban dugaan upaya penipuan.

Selama proses hukum berlangsung, jumlah korban yang melapor terus bertambah.

Kapolres Lhokseumawe Henki Ismanto,  didampingi Kapolsek Banda Sakti Iptu Faisal (Abu Bangka), mengintrogasi tersangka, Rabu (27/7/2022). Dalam kasus calo CPNS Rp 2,5 Miliar di Lhokseumawe, polisi sita sejumlah barang bukti.
Kapolres Lhokseumawe Henki Ismanto, didampingi Kapolsek Banda Sakti Iptu Faisal (Abu Bangka), mengintrogasi tersangka, Rabu (27/7/2022). Dalam kasus calo CPNS Rp 2,5 Miliar di Lhokseumawe, polisi sita sejumlah barang bukti. (SERAMBINEWS.COM/ SAIFUL BAHRI)

Hingga Juni 2022, pihaknya telah menerima sebanyak 22 laporan polisi tepatnya di Polsek Banda Sakti.

"Laporan polisi mulai diterima pada 8 Juni 2022 sampai dengan 15 Juli 2022," terangnya.

Penipuan dimulai sejak 2019

Henki menjelaskan, dugaan upaya penipuan yang dilakukan tersangka dimulai sejak adanya lowongan penerima PNS dari formasi K2 dan PPPK tahun 2019 lalu.

Sejak saat itu, tersangka tersebut terus mencari korban.

"Untuk tempat tinggal korban tersebar di empat kabupaten/kota, yakni Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, dan Aceh Timur," ujar Kapolres Lhokseumawe yang didampingi Kasat Reskrim AKP Zeska, Kapolsek Banda Sakti Iptu Faisal (Abu Bangka), dan Kasubag Humas Salman Alfarasi, dikutip dari Serambinews.com.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved