Selasa, 14 April 2026

Internasional

Ukraina Minta Penduduk Donetsk Melarikan Diri, Minta PBB dan Palang Merah Akses ke Tawanan Perang

Pemerintah Ukraina mendesak warga sipil untuk melarikan dari wilayah garis depan Donetsk, tempat bentrokan sengit dengan pasukan Rusia.

Editor: M Nur Pakar
AP/Maxar
Kondisi Kota Donets, Ukraina yang dikuasai tentara Ukraina berdasarkan foto satelit dari Maxar, AS pada MInggu (31/7/2022). 

SERAMBINEWS.COM, KIEV - Pemerintah Ukraina mendesak warga sipil untuk melarikan dari wilayah garis depan Donetsk, tempat bentrokan sengit dengan pasukan Rusia.

Kiev juga meminta Palang Merah Internasional (ICRC) dan PBB untuk mendapatkan akses ke tentaranya yang ditahan oleh pasukan Rusia.

Wilayah Donetsk timur telah menghadapi serangan Rusia sejak serangannya ke Kyiv gagal beberapa minggu setelah invasi diluncurkan pada 24 Februari 2022.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan dalam pidato hariannya, ribuan orang, termasuk anak-anak, masih berada di daerah medan pertempuran di kawasan itu.

Disebutkan, enam warga sipil tewas dan 15 terluka pada Jumat (29/7/2022) menurut Gubernur Donetsk.

"Sudah ada keputusan pemerintah tentang evakuasi wajib dari Donetsk," kata Zelenskyy.

Baca juga: Puluhan Tawanan Perang Ukraina Tewas di Penjara Donetsk, Moskow dan Kiev Saling Menuding

Dia menggarisbawahi seruan pihak berwenang untuk meninggalkan wilayah yang terkepung dalam beberapa beberapa hari mendatang.

"Pergi, kami akan membantu," kata Zelensky.

"Pada tahap perang ini, teror adalah senjata utama Rusia," tudingnya.

Perkiraan resmi Ukraina menyebutkan jumlah warga sipil yang masih tinggal di daerah kosong Donetsk antara 200.000 dan 220.000 orang.

Dilansir AFP, pemberitahuan evakuasi wajib yang diposting pada Sabtu (30/7/2022) malam mengatakan musim dingin yang akan datang menjadi masalah yang mendesak.

Terutama bagi lebih dari 50.000 anak-anak yang masih berada di wilayah tersebut.

"Mereka perlu dievakuasi, Anda tidak dapat menempatkan mereka dalam bahaya mematikan di musim dingin tanpa pemanas atau cahaya," kata Kementerian Reintegrasi Wilayah Pendudukan Sementara Kiev.(*)

Baca juga: Zelenskyy Kecam Korea Utara, Akui Kemerdekaan Republik Donetsk dan Luhansk Buatan Rusia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved