Breaking News:

Realisasi Anggaran

Kemenag Aceh Peringkat 2 Nasional Serapan Anggaran per 27 Juli 2022

Iqbal juga berterima kasih kepada Pengelola Anggaran dan Operator Keuangan Satker Kemenag Aceh atas kerja kerasnya sehingga mencapai hasil maksimal.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Taufik Hidayat
Dok Humas
Kakanwil Kemenag Aceh Iqbal berbincang dengan Sekjen Kemenag RI, Prof Nizar Ali disela-sela rakor Evaluasi Serapan Anggaran Kemenag tahun 2022 di Hotel Grand Mercure Bandung Setia Budi, Sabtu (30/7/2022) 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh meraih peringkat 2 nasional serapan anggaran, terhitung per 27 Juli 2022, dengan realisasi mencapai 58,67 persen. Sementara peringkat pertama diraih Kanwil Kalimantan Tengah. 

Perolehan ini diumumkan oleh Sekjen Kemenag RI, Prof Dr H Nizar Ali MAg pada rakor Evaluasi Serapan Anggaran Kemenag tahun 2022 di Hotel Grand Mercure Bandung Setia Budi, Sabtu (30/7/2022).

Kegiatan ini diihadiri Menteri Agama RI yang diwakili Staf Khusus Menteri Agama RI, Muh Nuruzzaman, Kakanwil Kemenag se-Indonesia dan Direktur Sales dan Distribusi BSI, Anton Sukarna.

Pada kesempatan itu, Nizar Ali mengimbau Kakanwil Kemenag se-Indonesia untuk menghadirkan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam sistem penggajian Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Ini sesuai dengan mandatori Peraturan Menteri Keuangan nomor 11 tahun 2016 di mana jika dalam sistem penggajian suatu instansi pemerintah menggunakan lebih dari satu bank, maka wajib terdapat Bank Syariah," terang Nizar.

Nizar mengungkapkan presentase penggunaan BSI untuk penggajian pegawai pada Kanwil Kemenag se-Indonesia secara kumulatif baru mencapai angka 27 persen. 

"Kita ini institusi agama tapi masih banyak yang belum mengutamakan perbankan syariah. Padahal ada prospek yang luar biasa yang dimiliki oleh perbankan syariah," ujarnya.

Staf Khusus Menteri Agama RI, Muh Nuruzzaman mengharapkan semua Kakanwil agar memerintahkan para Kepala Satker di masing-masing wilayah tetap fokus pada target serapan anggaran yang telah ditetapkan dalam perjanjian kinerja.

"Pentingnya pengawasan dam kontrol terhadap realisasi anggaran secara berkala, sehingga kegiatan dan pencairan anggaran tidak menumpuk di akhir tahun," katanya. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved