Breaking News:

Pangan

Memasuki Musim Tanam Gadu, Harga Beras Lokal Bergerak Naik, Bulog Setop Sementara Pembelian Beras

Untuk beras medium kualitas nomor 2, sebut Zulbaidi, dinaikkan Rp 5.000/sak, dari Rp 145.000 – Rp 150.000/sak (15 Kg) dan medium kualitas nomor 1 juga

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Stok beras di sebuah toko beras di Pasar Induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar cukup banyak, tapi harganya bulan Agustus ini, mulai bergerak naik, Senin (2/8/2022). 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Memasuki musim tanam gadu tahun 2022 dan pada minggu pertama bulan Agustus 2022 ini, harga jual beras medium dan premium mulai bergerak naik.

Harga beras medium, seperti beras Blang Bintang, dijual dengan harga Rp 145.000 – Rp 155.000/sak (15 Kg), sedangkan harga beras premium seperti Ramos Tangse dan Kuku Balam dijual dengan harga Rp 165.000 – Rp 175.000/sak (15 Kg).

Pedagang beras di Pasar Induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar, Zulbaidi yang dikonfirmasi Serambinews.com, Senin (1/8/2022) mengatakan, stok beras di tingkat penggilingan padi memang banyak, tapi pada saat mereka menjual berasnya kepada kita, harga beli berasnya rata-rata sudah naik Rp 5.000 – Rp 10.000/sak.

Stok Beras 7,5 Juta Ton, Indonesia Berpeluang Ekspor

Untuk beras medium kualitas nomor 2, sebut Zulbaidi, dinaikkan Rp 5.000/sak, dari Rp 145.000 – Rp 150.000/sak (15 Kg) dan medium kualitas nomor 1 juga naik Rp 5.000/sak, dari Rp 155.000 – Rp 160.000/sak (15 Kg).

Sementara untuk beras kualitas premium rata-rata dinaikkan Rp 10.000/sak. Beras premium kualitas nomor 2, harganya sudah naik dari Rp 160.000 – menjadi Rp 170.000/sak (15 Kg) dan beras premium kualitas nomor 1 naik dari Rp 165.000 – Rp 175.000/sak (15 Kg).

Unik dan Tak Biasa! Viral Aksi Bapak-bapak Cuci Piring Pakai Beras, Warganet : Cuci Piring Tayamum

Harga beras naik, kata Zulbaidi, pengaruh harga gabah ditingkat petani dan penggilingan padi, mulai bergerak naik, memasuki musim tanam padi gadu ini.

Pada musim panen rendeng bulan April – Juli 2022 lalu, harga gabah kering panen petani (GKP) Rp 4.700/Kg – Rp 4.900/Kg dan gabah kering giling (GKG) Rp 5.100 – Rp 5.300/Kg.

Memasuki musim tanam gadu pada minggu pertama Agustus 2022 ini, gabah kering panen sudah habis, yang ada gabah kering giling (GKG) dan harganya terus bergerak naik dari Rp 5.300 menjadi Rp 5.500/Kg.

Karena, harga beli padi sudah naik di tingkat petani dan penggilingan padi, kata Zulbaidi, wajar saja pengusaha penggilingan padi, menjual beras hasil gilingan padinya dinaikkan antara Rp 5.000 – Rp 10.000/sak.

Kendati, harga beras naik, kata Zulbaidi, permintaan beras tetap saja tinggi. Setiap hari jumlah beras yang laku terjual sekitar 2 – 3 ton, sementara pasokan beras dari Pidie, Pijay, Bireuen dan Aceh Utara per minggunya sekitar 10 – 12 ton.

Daya beli beras sampai minggu pertama Agustus ini, sebut Zulbaidi, masih tetap tinggi. Hal ini disebabkan, pengaruh kegiatan pesta perkawinan di berbagai tempat dan pasca penurunan kasus covid 19, sejak Oktober 2021 lalu sampai Agustus 2022 ini, aktivitas masyarakat semakin tinggi, terutama dalam kegiatan wisata dan perdagangan, kondisi itu membuat daya beli beras jadi tinggi.

Ani, salah seorang pengusaha katering, yang dimintai penjelasannya terkait kenaikan harga beras mengatakan, harga beras naik, dipengaruhi naiknya harga gabah dan permintaannya, pada bulan Agustus ini juga sedang naik.

Sebagai pengusaha katering, kata Ani, pihaknya tidak begitu masalah, jika harga beras naik sekitar Rp 5.000 – Rp 10.000/sak, asal barangnya tersedia dalam jumlah yang cukup di pasar.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved