Breaking News:

Internasional

Drone Akhiri Perjuangan Pemimpin Al-Qaeda Melawan Kesombongan Amerika Serikat

Drone atau pesawat tak berawak bersenjata mengakhiri perjuangan pemimpin Al-Qaeda Ayman Al-Zawahiri melawan kesombongan Amerika Serikat (AS).

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Video yang diperoleh 11 Oktober 2011 menunjukkan pemimpin Al-Qaeda Ayman Al-Zawahiri muncul dalam video baru Al-Qaeda. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Drone atau pesawat tak berawak bersenjata mengakhiri perjuangan pemimpin Al-Qaeda Ayman Al-Zawahiri melawan kesombongan Amerika Serikat (AS).

Presiden AS Joe Biden langsung mengumumkan kematian pemimpin Al-Qaeda itu di Gedung Putih, Washington pada Senin (1/8/2022) malam.

Biden mengatakan Ayman Al-Zawahiri tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Kabul, Afghanistan.

Dilansir AP, Selasa (2/8/2022), Biden memuji operasi itu sebagai keadilan untuk keluarga korban serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.

Presiden AS mengatakan pejabat intelijen AS melacak Al-Zawahiri ke sebuah rumah di Kota Kabul tempat dia bersembunyi bersama keluarganya.

Presiden AS menyetujui operasi minggu lalu dan itu dilakukan pada hari Minggu (31/7/2022).

Al-Zawahiri dan Osama bin Laden yang lebih dikenal merencanakan serangan 9/11 yang membawa banyak orang AS pada pengetahuan pertama mereka tentang Al-Qaeda.

Bin Laden terbunuh di Pakistan pada 2 Mei 2011, dalam operasi yang dilakukan oleh US Navy Seals setelah perburuan selama hampir satu dekade.

“Dia tidak akan pernah lagi, tidak akan pernah lagi, membiarkan Afghanistan menjadi tempat yang aman bagi teroris karena dia telah pergi dan kami akan memastikan tidak ada lagi yang terjadi,” kata Biden.

“Pemimpin teroris ini tidak ada lagi,” tambahnya.

Operasi tersebut merupakan kemenangan kontraterorisme yang signifikan bagi pemerintahan Biden hanya 11 bulan setelah pasukan AS merika meninggalkan negara itu setelah perang dua dekade.

Baca juga: Serangan Drone AS Tewaskan Pemimpin Lokal Al-Qaeda di Suriah, Korban Sedang Mengendarai Sepeda Motor

Serangan itu dilakukan oleh Central Intelligence Agency, menurut lima orang yang mengetahui masalah tersebut yang berbicara dengan syarat anonim.

Baik Biden maupun Gedung Putih tidak merinci keterlibatan CIA dalam serangan itu.

Biden, memberi penghormatan kepada komunitas intelijen AS dengan menyatakan berkat ketekunan dan keterampilan yang luar biasa, operasi itu berjalan sukses.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved