Harga Emas di Aceh
Harga Emas Sudah Sebulan Turun, Warga Pidie Ramai-ramai Beli Emas untuk Mahar dan Tebus Tanah
Bahkan, tingkat pembelian emas dilaporkan meningkat, seiring masuknya masa panen padi di Pidie.
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Saifullah
Laporan Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Harga emas di Kabupaten Pidie, sejak satu bulan terakhir, cenderung turun.
Turunnya harga logam mulia itu secara langsung mempengaruhi transaksi jual beli barang berharga tersebut.
Bahkan, tingkat pembelian emas dilaporkan meningkat, seiring masuknya masa panen padi di Pidie.
"Harga emas sudah satu bulan turun Rp 5.000 per mayam," kata Haji Jamal Abadi, salah seorang pedagang emas di pusat perbelanjaan Beureunuen kepada Serambinews.com, Selasa (2/8/2022)
Menurut Haji Jamal, saat ini harga emas 23 karat atau emas murni di Pidie sebesar Rp 2,8 juta per mayam, belum termasuk ongkos.
Sebelumnya, harga emas murni di Pidie mencapai Rp 2,85 juta per mayam.
Baca juga: Harga Emas Fluktuatif, Warga Aceh Timur Banyak Jual untuk Biaya Anak Masuk Sekolah
Sementara harga emas 20 karat atau emas biasa Rp 2,5 juta per mayam, belum ongkos.
Sedangkan, sebelumnya harga emas biasa sebesar Rp 2,55 juta per mayam.
Ia menjelaskan, pembelian emas dalam kurun waktu sebulan ini, meningkat.
Prosentasenya, pembelian emas mencapai 60 persen, dibandingkan warga menjual emas 40 persen.
Menurut dia, meningkatnya permintaan emas karena warga melakukan tebus tanah yang telah digadai.
Kecuali itu, warga dominan menikah pada bulan ini sehingga membeli emas untuk mahar.
Baca juga: Harga Emas Per Mayam di Pidie, Banyak Pembeli Emas Untuk Mahar Kawin dan Bayar Utang
"Ada juga warga membeli emas untuk membayar utang saat masa panen padi," pungkas Haji Jamal Abadi yang juga Ketua RAPI Pidie.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pedagang-menyusun-emas-dalam-satu-rak-di-jln-tgkchik-pante-kulu-banda-aceh.jpg)