Breaking News:

Opini

Mobil Listrik Transportasi Masa Depan

Tantangan dan peluang dalam penerapan teknologi baru pasti akan selalu ada. Hal ini juga berlaku untuk pengadopsian mobil listrik di Tanah Air.

Editor: Yocerizal
Serambinews.com
Dr Sarwo Edhy Sofyan, Dosen Prodi Teknik Mesin Universitas Syiah Kuala (USK) dengan Fokus Riset Sustainable Energy Engineering. 

Oleh: Dr Sarwo Edhy Sofyan *) 

TRANSPORTASI merupakan salah satu sektor dengan konsumsi energi tertinggi. Menurut laporan Kementerian ESDM, konsumsi energi pada sektor transportasi mencapai 43,1 persen dari total kebutuhan energi nasional.

Berdasarkan data tahun 2018, kebutuhan energi untuk sektor transportasi 96 % berasal dari BBM dan sisanya berasal dari biodiesel dan gas alam.

Mobil sebagai salah satu mode transportasi darat mengonsumsi sekitar 16 % dari kebutuhan energi pada sektor transportasi (tidak termasuk bus dan truk). Konsumsi energi tersebut berbanding lurus dengan jumlah emisi yang dihasilkan.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak serta mengurangi laju emisi yaitu dengan sosialisasi pengadopsian mobil listrik dan secara bertahap mengurangi jumlah mobil konvensional berbasis BBM.

Hal ini sejalan seperti yang dipaparkan dalam buku laporan Outlook Energy Indonesia 2019 tentang substitusi bahan bakar minyak. Dengan kebijakan ini diharapkan biaya impor BBM Indonesia yang mencapai US$25.530.000.000 pada tahun 2021 dapat ditekan (BPS RI).

Tantangan dan peluang dalam penerapan teknologi baru pasti akan selalu ada. Hal ini juga berlaku untuk pengadopsian mobil listrik di Tanah Air. Tantangan dan peluang transisi mobil listrik di Tanah Air di antaranya adalah:

Baca juga: Nilai Tawar Aceh di Mata Jakarta

Baca juga: 5 Fakta Terbaru Pemuda Minta Sedekah di Lhokseumawe, Ponpes: Perekam Video Kenapa Tak Tanya di TKP

Harga Mobil Listrik

Saat ini ada beberapa merek mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia dengan bermacam variasi harga. Harga terendah dari mobil listrik yang dijual di Indonesia berkisar Rp 500.000.000 untuk mobil Nissan Kicks e-Power dan DFSK Gelora Electric. Sedangkan yang termahal mencapai Rp 4.400.000.000 untuk Tesla Model X (oto.detik.com).

Harga tersebut masih terlalu mahal dan dapat menjadi penghambat program adopsi mobil listrik di Indonesia meskipun biaya operasional jauh lebih rendah dibandingkan dengan mobil konvensional.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved