Breaking News:

Opini

Mobil Listrik Transportasi Masa Depan

Tantangan dan peluang dalam penerapan teknologi baru pasti akan selalu ada. Hal ini juga berlaku untuk pengadopsian mobil listrik di Tanah Air.

Editor: Yocerizal
Serambinews.com
Dr Sarwo Edhy Sofyan, Dosen Prodi Teknik Mesin Universitas Syiah Kuala (USK) dengan Fokus Riset Sustainable Energy Engineering. 

Baterai

Baterai berfungsi untuk menyimpan energi. Pemakaian baterai secara kontinu menyebabkan degradasi kinerja baterai seiring dengan waktu operasi, sehingga memerlukan pergantian baterai dalam rentang waktu tertentu ±10 tahun (GridOto.com).

Harga baterai mobil listrik mencapai 50 % dari harga mobil, walau pun sudah turun secara signifikan. Diberitakan oleh CNBC Indonesia, saat ini harga baterai mobil listrik turun sekitar 79 % dibandingkan pada tahun 2010, yaitu berkisar US$150/kWh.

Harga baterai ini diprediksikan turun di bawah US$100 per kWh pada tahun 2025. Penurunan harga baterai ini tentu akan mempengaruhi minat konsumen untuk memiliki mobil listrik.

Insfrastruktur dan Durasi

Tersedianya infrastruktur yang memadai merupakan salah satu pendorong percepatan adopsi mobil listrik di Tanah Air. Per 24 September 2021, hanya ada 32 stasiun pengisian kendaraan listrik tersebar di 14 kota dan diharapkan menjadi 2400 unit pada tahun 2026 (Kompas.com).

Dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur, Pemerintah telah menunjuk PT PLN Persero untuk pembangunan 40 % stasiun pengisian daya yang sisanya dibangun oleh pihak swasta.

Hal lain yang menjadi perhatian pengguna mobil listrik adalah lamanya waktu pengecasan. Saat ini waktu yang diperlukan untuk pengisian daya mobil listrik masih bervariasi tergantung tempat pengecasan.

Baca juga: Aceh Miliki Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum

Baca juga: Konversi Mobil Bensin ke Kendaraan Listrik Bakal Menjadi Tren. Pabrikan Dunia Tatap Mobil Listrik

Pengisian daya dirumah memerlukan waktu yang relatif lama ±17 jam. Sedangkan pada stasiun pengisian daya, waktu ini dapat dipangkas menjadi 3 jam dengan menggunakan charger biasa dan hanya 1 jam dengan fast charger.

Dibandingkan dengan waktu pengisian bahan bakar mobil konvensional, durasi pengecasan mobil listrik masih relatif lama. Solusi alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan pembangunan battery swapping station. Teknologi pertukaran baterai untuk mobil listrik ini telah sukses dilakukan di Cina.

Di Indonesia, PT Pertamina Patra Niaga telah mengembangkan Battery Swapping Station untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik. Saat ini telah dioperasikan 14 unit stasiun pertukaran baterai kendaraan listrik dengan jumlah 212 baterai tersebar di 7 lokasi Green Energy Station (bisnisnews.id).

Jarak Tempuh

Jarak tempuh mobil listrik untuk sekali pengisian daya saat ini berada pada kisaran ±300 Km. Jarak tempuh ini masih menjadi perhatian serius dari calon konsumen mobil listrik, terutama jika digunakan untuk bepergian ke luar kota antar provinsi.

Hal ini tidak lepas dari masih minimnya infrastruktur stasiun pengecasan mobil listrik di tanah air. Ketika daya baterai rendah dan minimnya stasiun pengisian, kecemasan konsumen terhadap jarak tempuh meningkat.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved