Breaking News:

Internasional

Arab Saudi Bentuk Badan Pemasaran Investasi, Rencanakan Raup Dana Asing Rp 47.669 Triliun

Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan pembentukan Badan Pemasaran Investasi.

Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Desain Kota Baru Arab Saudi di NEOM 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan pembentukan Badan Pemasaran Investasi.

Kerajaan berencana menyuntikkan lebih dari SR12 triliun, $3,2 triliun, sekitar Rp 47.669 triliun untuk investasi perekonomian 2030.

Badan itu akan bertanggung jawab atas pemasaran dan menarik investasi ke Kerajaan melalui persiapan rencana dan program, lokal dan internasional.

Dilaporkan, kewenangan baru ini untuk meningkatkan semua sektor bisnis dan layanan yang terkait dengan pemasaran investasi.

Termasuk mencapai kerja sama antar perusahaan, menurut pernyataan Kementerian Penanaman Modal.

Menteri Investasi Arab Saudi Khalid Al-Falih menulis di Twitter:

Baca juga: Proyek Ambisius Putra Mahkota Arab Saudi, Kota Pintar NEOM Menghabiskan Dana Rp 7.489 Triliun

Badan Pemasaran Investasi Arab Saudi akan menjadi pendorong kuat untuk sistem investasi."

"Hal itu sesuai dengan Strategi Investasi Nasional yang bertujuan memikat dan mengembangkan investasi nasional dan asing.”

Mengomentari pembentukan otoritas, Mohammed Alsuwayed, mantan kepala kantor realisasi visi di Kementerian Perhubungan, kepada Arab News, Rabu (3/8/2022) mengatakan:

“Sangat penting untuk meningkatkan sinergi yang diperlukan untuk mengimplementasikan inisiatif kementerian dan mencapai tujuan visi.”

“Otoritas diperlukan untuk melibatkan entitas lain dan dipertanggung jawabkan.”

Di bawah Strategi Investasi Nasional yang baru diluncurkan, Arab Saudi akan menarik lebih banyak investasi dari luar negeri karena berupaya mendiversifikasi ekonominya dari sektor minyak.

Pada Desember 2021, Al-Falih mengatakan Kerajaan akan menarik SR1,8 triliun investasi asing selama sembilan tahun ke depan.

Baca juga: Kota Pintar NEOM Dengan Gamblang Menggambarkan, Seperti Apa Kota Masa Depan?

Menteri mengatakan Arab Saudi akan mengamankan investasi di sektor bisnis yang belum dimanfaatkan, termasuk hidrogen hijau, energi terbarukan, dan teknologi informasi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved