Breaking News:

In Memoriam

Daud Gayo Pernah Usulkan Agar Tokoh Gayo dalam Pergerakan Kemerdekaan MH Gayo Jadi Pahlawan Nasional

Buku ini mengungkap riwayat seorang tokoh nasional kelahiran Desa Lukup, Kecamatan Pegasing Aceh Tengah, Muhammad Hasan Gayo dalam gerakan perjuangan

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Muhammad Daud Gayo (tengah) memperlihatkan buku yang ditulisnya dalam usia 82 tahun kepada Dyah Erti Idawati, istri Gubernur Aceh Nova Iriansyah di Bogor. 

Laporan Fikar W Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Daud Gayo, tokoh Gayo yang dikenal dekat dan pernah jadi staf pribadi mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, H Adam Malik, meninggal dunia di Jakarta, Kamis (4/8/2022) pukul 05.00 WIB pagi.

Kabar duka itu disampaikan keluarga almarhum, Samratuti melalui pesan WA kepada pengurus Musara Gayo Jakarta, organisasi perkumpulan masyarakat Gayo Jabodetabek.

Almarhum Daud Gayo dalam usia tua masih sangat produktif.

Ia masih menulis buku saat usia 82 tahun.

Buku tersebut berisi kisah tentang tokoh Gayo, MH Gayo yang terlibat dalam pergerakan kemerdekaan di Jakarta.

Buku itu berjudul "Keterlibatan Haji Muhammad Hasan Gayo, Pejuang Nasional Dataran Tinggi Gayo dalam Gerakan Perjuangan Kemerdekaan 1923-2003".

Buku lainnya yang pernah ia tulis sosok ulama asal Gayo, yang berkiprah di Sumatera Utara, Tgk A Latief Rousydi, terbit pada 2011.

Buku "Keterlibatan Haji Muhammad Hasan Gayo, Pejuang Nasional Dataran Tinggi Gayo dalam Gerakan Perjuangan Kemerdekaan 1923-2003", memiliki tebal 268 halaman, diterbitkan Bandar Publishing Banda Aceh itu.

M Daud Gayo, Mantan Staf Pribadi Menlu Adam Malik Meninggal Dunia di Jakarta

Buku ini mengungkap riwayat seorang tokoh nasional kelahiran Desa Lukup, Kecamatan Pegasing Aceh Tengah, Muhammad Hasan Gayo dalam gerakan perjuangan kemerdekaan di Jakarta. Pencetakan buku ini dibantu. Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.

Daud Gayo bersemangat menyelesaikan buku itu dalam usia tua, mendorong MH Gayo dijadikan Pahlawan Nasional.

Ia menilai banyak kiprah Hasan Gayo dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia. Tapi peran itu seakan dilupakan.

Daud Gayo kenal dekat dengan MH Gayo, dan dalam buku itu, diceritakan bahwa Muhammad Hasan Gayo, memimpin pengambil alihan aset dan manjemen perusahaan Kereta Api di Jakarta dan Bengkel Besarnya di Manggarai, atas nama Angkatan Pemuda Indonesia (API), pada 3 September 1945.

Tentara Jepang yang menjaga Perusahaan Kereta Api menyerah tanpa perlawanan dan semua gerbong ditempeli "Milik RI."

Daud Gayo, Pernah Jadi Staf Pribadi Adam Malik, Rampungkan Buku di Usia 82 Tahun

"Dampak dari pengambilalihan perusahaan kereta api di Jakarta, akhirnya seluruh stasiun kereta api di Pulau Jawa diambil alih oleh pejuang rakyat Indonesia," tulis Daud Gayo.

Hasan Gayo bergabung dengan mahasiswa dan pemuda pergerakan anti penjajah Jepang.

Grup ini belakangan diberinama "Grup Pemuda Radikal" pimpinan Chaerul Saleh, bermarkas di Menteng 31 atau Gedung Juang 45 sekarang.

Daud Gayo memiliki keinginan agar Hasan Gayo diusulkan sebagai Pahlawan Nasional.

Usulan ini ditanggapi positif oleh pengurus Musara Gayo Jakarta dengan menggelar seminar tentang Hasan Gayo di Perpustakaan Nasional pada Maret 2020 silam.(*)

Turnamen Kota Juang Bireuen, Bungkam PSMB Meunasah Blang, PSSM Geulanggang Teungoh Menang Telak

Ikut Jambore Nasional, PAG Bantu Keberangkatan Pramuka Kota Lhokseumawe ke Cibubur

Pembatas Ka’bah Dibuka, Jamaah Bisa Kembali Cium Hajar Aswad

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved