Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Diduga Korupsi Dana Desa Rp 442 Juta, Polres Lhokseumawe Serahkan Tiga Tersangka ke Jaksa

"Tiga tersangka yang kita serahkan yaitu AL (53) selaku keuchik, EW (44) selaku bendahara 2017 sampai 2018 dan A (49) selaku bendahara 2019.

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Nurul Hayati
Serambi Indonesia
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto ingatkan masyarakat untuk mewaspadai aksi kriminalitas dan tidak menggunakan perhiasan mencolok sehingga mengundang perhatian pelaku kriminal. 

"Tiga tersangka yang kita serahkan yaitu AL (53) selaku keuchik, EW (44) selaku bendahara 2017 sampai 2018 dan A (49) selaku bendahara 2019.  Sedangkan barang bukti, SPPD tahun 2017 sampai 2019,” ucap AKP Zeska Julian Taruna Wijaya, kepada Serambinews.com, Kamis (4/8/2022).

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE - Satreskrim Polres Lhokseumawe menyerahkan tiga tersangka diduga tersandung kasus korupsi dana desa ke Kejaksaan Negeri Aceh Utara, Rabu (3/8/2022) kemarin.

Kemudian pihak Polisi juga membawa barang bukti.

Karena kasus tersebut sudah masuk tahap II.

Kasus tindak pidana korupsi pengelolaan dana desa di Gampong Blang Talon, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, yang merupakan wilayah hukum Polres Lhokseumawe.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Aceh Utara menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti itu.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto melalui Kasat Reskrim AKP Zeska Julian Taruna Wijaya mengatakan, penyerahan tersangka dan barang bukti ini diterima Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jaksa Muda Wahyudi Kuoso SH MH.

"Tiga tersangka yang kita serahkan yaitu AL (53) selaku keuchik, EW (44) selaku bendahara 2017 sampai 2018 dan A (49) selaku bendahara 2019. 

Sedangkan barang bukti, SPPD tahun 2017 sampai 2019,” ucap AKP Zeska Julian Taruna Wijaya, kepada Serambinews.com, Kamis (4/8/2022).

Baca juga: Korupsi Dana Desa, Dua Mantan Keuchik di Aceh Timur Divonis 4 & 5 Tahun Penjara 

Disebutkannya, surat Keputusan Pengangkatan Pejabat Gampong Blang Talon, RAB tahun 2017 sampai 2019, print out rekening koran atas nama gampong tersebut tahun 2017 sampai 2020. 

Lalu lanjut Kasat, Laporan Pertanggung Jawaban 2017 sampai 2019, SPM, rekening giro kas Gampong Blang Talon, rekening BUMG Gampong Blang Talon dan SPP tahun 2017 sampai dengan 2019. 

Ketiga tersangka ini, kata AKP Zeska Julian, diduga telah melakukan korupsi dalam pengelolaan dana desa Gampong Blang Talon Tahun 2017, 2018 serta 2019 dan diduga digunakan oleh keuchik untuk kepentingan pribadi.

"Akibatnya, kerugian negara mencapai Rp 442.756.251, jumlah tersebut berdasarkan penghitungan kerugian keuangan negara oleh Inspektorat Kabupaten Aceh Utara," pungkasnya.(*)
 

Baca juga: Kejari Aceh Timur Usut Korupsi Kredit Gadai Fiktif, dan 3 Perkara Korupsi Dana Desa

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved