Breaking News:

Berita Banda Aceh

Pupuk Subsidi di Aceh Masih Tersedia, Ini Harganya, Permintaan Pupuk Non-Subsidi Rendah

Hal ini setidaknya disampaikan pedagang pupuk subsidi dan nonsubsisidi di Pasar Lambaro, Aceh Besar, Ibnu

Penulis: Herianto | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Kadistanbun Aceh, Cut Huzaimah bersama rombongannya, Selasa (26/1/2022), saat di persawahan di Pidie yang terkena banjir beberapa waktu lalu. 

Kondisi itu disebabkan, menurut petani sawit, antara harga jual TBS sawit dengan kenaikan lonjakan harga pupuk non subsidi, sudah tidak sebanding lagi, lebih tinggi kenaikan harga pupuknya, ketimbang TBS sawitnya.

Stok pupuk subsidi

Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah, yang dimintai tanggapannya terkait penyediaan pupuk subsidi di Aceh untuk tanaman padi mengatakan hingga  Agustus ini, persediaan pupuk untuk tanaman padi gadu masih ada, tapi alokasinya sudah tidak penuh lagi.

Stok pupuk urea tinggal 35 persen lagi atau sekitar 28.157 ton dari alokasi awalnya 80.443 ton.

Begitu juga stok pupuk NPK. Stoknya lebih kecil lagi sekitar 15.709 ton lagi, dari alokasi awalnya 42.932 ton.

Dua jenis pupuk ini, sangat dibutuhkan petani, untuk percepatan pertumbuhan anakan padi.

Cut Huzaimah mengatakan, pada musim tanam padi gadu, permintaan pupuk tidak setinggi pada musim tanam rendeng.

Alasannya, luas areal tanam padinya pada musim tanam padi gadu ini, lebih sedikit dibanding tanam padi rendeng.

Kemudian,  penyediaan air irigasi di musim panas atau kemarau volumenya berkurang, sehingga target areal sawah yang bisa dialiri air irigasi, turun menjadi 40 – 50 persen.

Namun begitu, kata Cut Huzaimah, di beberapa daerah sentra produksi padi di Aceh, seperti di Aceh Besar, Pidie, Pijay, Aceh Utara yang memiliki banyak bendungan irigasi, petani padinya banyak yang berspekulasi tanam padi.

Kalau bisa panen sampai bulan September, kelompok tani padi menyatakan rezeki dan alhamdulillah.

Tapi kalau tidak bisa panen, mereka katakan, sudah resiko tanam padi gadu, di daerah yang tidak dizinkan pihak pengelola bendungan irigasi.

Alasannya, karena debit air irigasinya pada musim tanam padi gadu, sudah menurun.

“Kondisi itu tadi, yang membuat permintaan pupuk pada musim tanam padi gadu ini (musim kemarau/panas), tidak sebanyak pada musim tanam padi rendeng (musim penghujan),”ujar Cut Huzaimah. (*)              

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved