Breaking News:

Internasional

Armenia Minta Bantuan Internasional Untuk Hentikan Perang di Nagorno-Karabakh

Pemerintah Armenia, meminta masyarakat internasional membantu menghentikan aksi agresif Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Editor: bakri
Screenshoot
Serangan rudal menghantam konvoi kenderaan militer Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, Rabu (3/8/2022). 

YEREVAN - Pemerintah Armenia meminta masyarakat internasional membantu menghentikan aksi agresif Azerbaijan di Nagorno-Karabakh.

"Azerbaijan melanjutkan kebijakan terornya terhadap penduduk Nagorno-Karabakh," kata Kementerian Luar Negeri Armenia.

Armenia menuduh Azerbaijan berusaha membuat perubahan sepihak atas koridor Lachin yang menghubungkan Armenia dan Karabakh, seperti dilansir AFP, Kamis (4/8/2022).

Rusia menuduh Azerbaijan melanggar gencatan senjata dan berjanji untuk menstabilkan situasi.

"Gencatan senjata dilanggar oleh angkatan bersenjata Azerbaijan di sekitar ketinggian Saribaba," kata kementerian pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan.

"Komando pasukan penjaga perdamaian Rusia, dengan perwakilan Azerbaijan dan Armenia, mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan situasi," tambahnya.

Eskalasi terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dengan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan pada Selasa (2/8/2022).

Uni Eropa menyerukan penghentian segera permusuhan antara pasukan Azerbaijan dan Armenia di Karabakh.

"Sangat penting untuk mengurangi ketegangan dan sepenuhnya menghormati gencatan senjata," kata juru bicara Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell.

Baca juga: Nagorno-Karabakh Kembali Panas, Tiga Tentara Tewas, Rusia Tuduh Azerbaijan Langgar Gencatan Senjata

Baca juga: Azerbaijan dan Armenia Baku Tembak Lagi di Nagorno-Karabakh, 4 Tentara Azerbaijan Tewas

"Harus kembali ke meja perundingan untuk mencari solusi yang dinegosiasikan," tambahnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved