Breaking News:

Internasional

Armenia Minta Bantuan Internasional Untuk Hentikan Perang di Nagorno-Karabakh

Pemerintah Armenia, meminta masyarakat internasional membantu menghentikan aksi agresif Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

Editor: bakri
Screenshoot
Serangan rudal menghantam konvoi kenderaan militer Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, Rabu (3/8/2022). 

"Uni Eropa tetap berkomitmen membantu mengatasi ketegangan.

Harus melanjutkan perdamaian dan stabilitas berkelanjutan di Kaukasus Selatan itu," tambah Josep.

Amerika Prihatin Di sisi lain, Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyampaikan keprihatinan atas gejolak baru di NagornoKarabakh.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price menyatakan pertempuran baru di wilayah itu harus segera dihentikan.

Dia mendesak langkahlangkah segera untuk mengurangi ketegangan dan menghindari eskalasi lebih lanjut, seperti dilansir AP, Kamis (4/8/2022).

Dalam pernyataannya, dia juga menyerukan penyelesaian yang dinegosiasikan, komprehensif, dan berkelanjutan.

Sehingga, katanya, semua masalah yang tersisa yang terkait dengan konflik dapat dituntaskan secara damai.

Menyusul intervensi Rusia di Ukraina pada 24 Februari 2022, Moskow yang semakin terisolasi kehilangan statusnya sebagai mediator utama dalam konflik Karabakh.

Pertempuran enam minggu pada musim gugur 2020 merenggut lebih dari 6.500 nyawa dan berakhir dengan perjanjian gencatan senjata yang ditengahi Rusia.

Pada Juli 2022, Azerbaijan memulai proses mengembalikan rakyatnya ke tanah yang direbut kembali dari separatis Armenia dalam apa yang disebut Baku sebagai "Kepulangan Hebat.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved