Breaking News:

Internasional

Hamas dan Israel Bakal Perang Habis-Habisan, 100 Roket Jihad Islam Balas Serangan Udara Israel

Hamas, penguasa Jalur Gaza, Palestina bakal kembali berperang dengan Israel.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Kobaran api membumbung tinggi dari lokasi serangan udara Israel di Jalur Gaza, Palestina, Sabtu (6/82022) dinihari. 

Video yang dirilis oleh militer Israel menunjukkan serangan meledakkan tiga menara penjaga dengan tersangka di dalamnya.

Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Perdana Menteri Israel Yair Lapid mengatakan negaranya melancarkan serangan berdasarkan “ancaman nyata.”

Baca juga: Survei Terbaru Amnesty Internasional: Sebagian Besar Orang Israel Takut Melihat Bendera Palestina

“Pemerintah ini memiliki kebijakan tanpa toleransi untuk setiap serangan dalam bentuk apapun dari Jalur Gaza ke wilayah Israel,” kata Lapid.

“Israel tidak akan tinggal diam ketika ada orang yang mencoba menyakiti warga sipilnya," jelasnya.

Dia menambahkan Israel tidak tertarik pada konflik yang lebih luas di Jalur Gaza, tetapi juga tidak akan menghindar darinya.

Kekerasan tersebut merupakan ujian awal bagi Lapid, yang mengambil peran sebagai perdana menteri menjelang pemilihan pada November 2022, dengan harapan mempertahankan posisinya.

Dia memiliki pengalaman dalam diplomasi, pernah menjabat sebagai menteri luar negeri di pemerintahan yang akan datang, tetapi kredensial keamanannya tipis.

Hamas juga menghadapi dilema dalam memutuskan apakah akan bergabung dalam pertempuran baru.

Setelah setahun terlibat perang yang menyebabkan kehancuran yang meluas.

Baca juga: Liga Arab Serukan Boikot Israel, Kejahatan Terhadap Warga Palestina Makin Menggila

Hampir tidak ada rekonstruksi sejak itu, dan wilayah pesisir yang terisolasi terperosok dalam kemiskinan, dengan pengangguran berkisar sekitar 50 persen.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan seorang gadis berusia 5 tahun dan seorang wanita berusia 23 tahun termasuk di antara mereka yang tewas di Jalur Gaza.

Dia tidak membedakan antara korban sipil dan militan.

Militer Israel mengatakan perkiraan awal, sekitar 15 pejuang tewas dan puluhan orang terluka.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved