Breaking News:

Kupi Beungoh

Islam, Mengharamkan Pernikahan Sesama Jenis Karena Dapat Menghilangkan Generasi Penerus Islam

Jika perkawinan sesama jenis tentu tidak akan dapat melahirkan keturunan  yang akan melanjutkan perjuangan dan dakwah Islam.

Editor: Amirullah
ist
Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh 

Oleh: Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag*)

SERAMBINEWS.COM - Pernikahan atau nikah artinya  terkumpul dan menyatu. Dalam kata lain nikah itu diartikan dengan Ijab qabul. Ijab qabul berasal dari kata ijab dan qabul.

"Ijab" artinya mewajibkan dan "qabul" yang berarti menerima. Ijab qabul digunakan dalam pernikahan yaitu ucapan dari orang tua atau wali perempuan untuk menikahkan putrinya kepada calon mempelai laki-laki.

Pernikahan di wajibkan oleh Rasulullah atas laki-laki dan perempuan yang sudah memiliki kemampuan secara lahir dan batin.

Demikian juga sudah mampu secara ekonomi,  sudah memiliki calon yang ia minati dan cenderung hati keduanya kepadanya untuk sepakat melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.

Baca juga: ISLAM, Mengharamkan Pernikahan Beda Agama untuk Menjaga Aqidah dan Keturunan

Pernikahan ini dimaksudkan agar keduanya dapat menyempurnakan agamanya, meneruskan keturunan, dapat menyalurkan hasrat biologis secara aman dan halal.

Dengan lahirnya anak-anak, otomatis lahir generasi penerus Islam.

Sebaliknya jika perkawinan sesama jenis tentu tidak akan dapat melahirkan keturunan  yang akan melanjutkan perjuangan dan dakwah Islam.

Selain itu untuk bersama bersama mempersiapkan kehidupan akhirat dengan hadirnya anak-anak dan keturunan yang shaleh shaleh shalehah.

Ilustrasi LGBT
Ilustrasi LGBT (Thinkstock)

Baca juga: Nilai-nilai Pendidikan Dalam Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS

Menjadikan rumah tangga tempat ibadah dan tempat bersenang-senang bagi keduanya. Sebagaimana Allah sebutkan dalam ayat Al Qur'an berikut ini:

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. (QS. An Nur: 32).

Tujuan diperintah menikahkan  pemuda pemudi yang sudah mampu antara lain untuk menyempurnakan agama seorang muslim, seperti disebutkan dalam hadis berikut ini

 "Barangsiapa menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh ibadahnya ( agamanya). Dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah SWT dalam memelihara yang sebagian sisanya." (HR. Thabrani dan Hakim)

Selain itu untuk melahirkan generasi Islam, seperti disebutkan dalam hadis berikut ini:

“Nikahilah perempuan yang pecinta (yakni yang mencintai suaminya) dan yang dapat mempunyai anak banyak, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab (banyaknya) kamu di hadapan umat-umat (yang terdahulu)” (Shahih Riwayat Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Hibban dan Hakim dari jalan Ma’qil bin Yasar)

Baca juga: Pendidikan Seks Pada Anak Antisipasi Pelecehan Seksual, Pemerkosaan dan Pergaulan Bebas

Dalam hadis lain disebutkan

“Nikahilah perempuan yang penyayang dan dapat mempunyai anak banyak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab banyaknya kamu dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat” (Shahih Riwayat Ahmad)

Dengan lahir anak-anak dari seorang muslim, tentunya secara otomatis Islam itu berlanjut pewarisnya, sebaliknya jika tidak ada generasi Islam, maka hilanglah penerus Islam.

"Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya." (QS. At-Thur ayat 21).

Dengan lahirnya anak anak dari orang tua muslim yang banyak, tentunya agama Islam ini akan tetap kokoh sampai akhir zaman.  

Baca juga: ISLAM Melarang SIKAP TENTATIF Terhadap Keyakinan Agama

Akan banyak tentunya yang akan menjaga Islam ini dari segala upaya pengaburan akidah, pengrusakan warisan Islam.

Akan banyak yang akan melanjutkan dakwah dan perjuangan Islam, baik dalam bentuk dakwah bil hal, maupun dakwah bil lisan.

Sehingga Islam ini terjaga sampai akhir zaman Insya Allah.

 

*) PENULIS Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

BACA TULISAN KUPI BEUNGOH LAINNYA DISINI

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved