Breaking News:

Opini

Kasim Arifin Pahlawan Pengabdian

Beliau membantu masyarakat untuk membuka jalan desa, membangun sawah baru, membuat irigasi serta berbagai kebutuhan masyarakat

Editor: bakri
hand over dokumen pribadi
Prof Dr APRIDAR SE MSi, Guru Besar Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Universitas Syiah Kuala (USK) dan Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Aceh. 

nama beliau selalu harum dan sangat dihormati oleh masyarakat.

Walau tak banyak yang mengenal Pak Kasim mahasiswa IPB yang hilang 15 tahun saat melaksanakan program pengabdian kuliah kerja nyata, namun beliau sangat dicintai oleh masyarakat Waimital Pulau Seram Maluku.

Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1982 memberikan penghargaan ‘Kalpataru’ atas pengabdian serta kerja keras yang sangat luar biasa.

Penghargaan tersebut beliau buang di bawah kursi dan meninggalkannya begitu saja, hingga seseorang mengantarkan Kalpataru tersebut ke rumahnya.

Bahkan kesempatan yang ditawarkan untuk studi banding ke Amerika Serikat beliau tolak, dikarenakan menurut beliau tradisi pertanian di negara adidaya berbeda dengan tradisi yang berada di Indonesia.

Beliau tidak ingin menghabiskan waktu dan uang negara untuk pekerjaan yang sia-sia tersebut, ujar beliau.

Orang tua juga pernah meminta beliau untuk pulang, namun karena pengabdiannya belum selesai, dengan halus dan tegas permintaan tersebut beliau abaikan.

Begitu juga permintaan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir Andi Hakim Nasution untuk pulang menyelesaikan kuliah agar dapat meniti karier yang lebih baik lagi juga beliau tolak.

Baru pada panggilan ketiga yang saat itu disertai sahabatnya Saleh Widodo mengajak untuk pulang baru beliau indahkan.

Dengan mengenakan sandal jepit sehingga dipinjamkan Jas, dasi dan sepatu temannya Kasim menerima gelar insinyur istimewa dengan tanpa mempertahan skripsi.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved