Breaking News:

Opini

Kasim Arifin Pahlawan Pengabdian

Beliau membantu masyarakat untuk membuka jalan desa, membangun sawah baru, membuat irigasi serta berbagai kebutuhan masyarakat

Editor: bakri
hand over dokumen pribadi
Prof Dr APRIDAR SE MSi, Guru Besar Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Universitas Syiah Kuala (USK) dan Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Aceh. 

Sebagai formalitas beliau hanya membuat skripsi 72 halaman sebagai syarat administrasi.

Karya pengabdian luar biasa selama 15 tahun di Waimital dijadikan sebagai landasan utama IPB untuk pengukuhan beliau pada wisuda 22 September 1979 sebagai insinyur pertanian.

Suasana haru disertai oleh deraian air mata peserta wisuda terlihat saat Rektor mengumumkan pemberian gelar insinyur istimewa tersebut.

Sahabat beliau penyair Taufiq Ismail pada wisuda 1979 secara khusus membacakan puisi tentang pengabdiannya di Waimital.

Selesai wisuda, Kasim mendapat berbagai tawaran pekerjaan namun dengan halus beliau ditolak.

Ia memilih kembali ke Waimital untuk melanjutkan pengabdiannya yang belum selesai.

Pengabdian yang dapat menyejahterakan masyarakat lebih beliau pilih, dibandingkan dengan kesejahteraan pribadi dan keluarga.

Kasim yang menikah dengan Syamsiah Ali, seorang guru Bahasa Indonesia di SMA dan dikaruniai tiga orang anak.

Anak sulungnya belajar di Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala.

Meski beliau terlambat menikah karena keasyikan melakukan pengabdian, beliau juga termasuk orang yang sangat menyayangi keluarga.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved