Breaking News:

Opini

Kasim Arifin Pahlawan Pengabdian

Beliau membantu masyarakat untuk membuka jalan desa, membangun sawah baru, membuat irigasi serta berbagai kebutuhan masyarakat

Editor: bakri
hand over dokumen pribadi
Prof Dr APRIDAR SE MSi, Guru Besar Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Universitas Syiah Kuala (USK) dan Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Aceh. 

Pengabdiannya untuk keluarga, juga tidak jauh berbeda dengan pengabdian kepada masyarakat.

Ketulusan serta rasa menyayangi terhadap lingkungan hidup dan keluarga, menjadikan pribadi beliau sebagai orang yang sangat cinta serta selalu memelihara kehidupan yang indah ini.

Setelah selesai membuka jalan desa, membangun sawah baru, membuat irigasi bagi masyarakat, baru beliau menerima tawaran untuk mengabdi di kampung halamannya sebagai dosen Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Selain mengajar, beliau juga menjadi Ketua Badan Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (Bapel-KKN) yang banyak memberikan inspirasi terhadap pengabdian kepada masyarakat.

Penulis sendiri saat menjadi Ketua Kelompok Kuliah Kerja Nyata yang kala itu disebut sebagai Camat KKN, banyak memperoleh pencerahan dalam melaksanakan pengabdian.

Sikap santun dan rendah diri beliau, tidak membuat kewibawaan beliau turun.

Bahkan kelembutan tersebut, membuat beliau selalu dihargai serta dikagumi oleh banyak orang.

Terutama kami sebagai mahasiswa KKN yang pernah beliau supervisikan, sangat terkenang atas kebajikan yang beliau lakukan.

Jiwa pengabdi yang telah mendarah daging di jiwa Muhammad Kasim Arifin, membuat beliau sangat sunkan untuk menonjolkan diri.

Penghargaan serta titel kesarjanaan tidak pernah beliau kejar.

Bahkan kepangkatan beliau hingga pensiun pada tahun 1994 sebagai dosen di Universitas Syiah Kuala masih berada pada golongan III/c.

Kerja keras dan ketulusan dalam pengabdian yang luar biasa tersebut, sudah sepantasnya dinobatkan sebagai pahlawan pengabdian di republik ini.

Setelah pensiun, Kasim bergabung dengan Unit Manajemen Leuser (UML) sebagai tenaga lapangan.

Salah satu tugasnya memberi penyuluhan kepada masyarakat di sekitar Kawasan Ekosistem Leuser agar masyarakat peduli dan ikut menjaga kelestarian lingkungan.

Alam sebagai anugerah yang luar biasa Allah berikan, perlu kita pelihara dengan baik agar manusia dimuka bumi ini dapat memanfaatkan untuk kesejahteraan dengan rasa syukur.

Jangan sampai ada tangan-tangan jahil yang merusak alam.

Hal tersebut merupakan tindakan yang dibenci oleh pencipta-Nya.

Sejalan dengan perintah pencipta langit dan bumi serta seluruh isinya, Kasim bergabung dengan Unit Manajemen Leuser (UML), agar kerusakan serta semakin tergerusnya Sumber Daya Alam (SDA) dapat dikurangi secara bertahap.

Apabila pelestarian tidak dilakukan secara berkelanjutan serta populasi manusia yang terus bertambah tentu ketergantungan terhadap sumber daya alam semakin besar.

Hal tersebut akan menyebabkan eksploitasi besar-besaran terhadap alam.

Mengutip tulisan Kompas 9 Mei 2004 Lebih Jauh Dengan: “Antua” Kasim Arifin memaparkan bahwa angka laju kerusakan hutan di Indonesia, yang mencapai ratarata 3 juta hektar per tahun (tahun 2003/2004).

Dengan demikian, perhitungan laju kerusakan hutan per detik menunjukkan angka 965 meter persegi.

Ia menyoroti laju kerusakan hutan di Provinsi Aceh yang rata-rata mencapai 200.000 hektar per tahun atau 62,23 meter persegi per detik.

Beliau menyoroti kebijakan pemerintah terkait rehabilitasi yang tidak efektif di lapangan.

Beberapa di antaranya terkesan fiktif.

Tak jarang, pada proyekproyek rehabilitasi hutan, lokasi yang ditanami hannyalah tempat-tempat yang terjangkau untuk ditinjau pejabat saja.

Mereka enggan memilih lokasi yang jauh dan sulit, apalagi jika kondisi jalanannya rusak parah.

Akhirnya dianggap saja sudah dikerjakan.

Kepedulian beliau terhadap lingkungan dengan kerja keras dan luar biasa terhadap pengabdian, pemegang penghargaan Kalpataru 1982, Muhammad Kasim Arifin sangat pantas dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional.

Saatnya Pemerintah Aceh mengusulkan nama beliau sebagai salah seorang Pahlawan Nasional.

Baca juga: Rektor IPB Akan Resmikan Pembangunan Rumah Kasim Arifin,  Disiarkan Live di Facebook Serambinews

Baca juga: 309 Mahasiswa UTU Meulaboh KKN di Aceh Jaya, Sekda Harap Mereka Berperan Cegah Stunting

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved