Berita Aceh Tenggara
Penambang Manfaatkan Pasir yang Terbawa Banjir Bandang
Banjir bandang yang beberapa kali terjadi di Sungai Lawe Beringin Gayo, ternyata memberi manfaat bagi warga di Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara
KUTACANE - Banjir bandang yang beberapa kali terjadi di Sungai Lawe Beringin Gayo, ternyata memberi manfaat bagi warga di Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara.
Pasalnya ratusan atau ribuan kubik pasir yang terseret banjir dan memenuhi saluran parit kini mulai dimanfaatkan penambang tradisional.
Seperti yang disampaikan Suhaimi (42) warga Desa Semadam Asal, Kecamatan Semadam.
Pria yang berprofesi sebagai penambang pasir tradisional itu mengatakan, ia bisa meraih keuntungan mencapai ratusan ribu rupiah dari butir-butir pasir yang dikumpulkan dari saluran parit di Desa Lawe Beringin Horas, Kecamatan Semadam.
"Saya sudah 20 tahun bekerja sebagai penambang pasir tradisional di daerah itu.
Setiap hari terkadang membawa uang mencapai Rp 200 ribu.
Baca juga: Banjir Bandang Memaksa 4.225 Orang Mengungsi di UEA dan Oman Evakuasi Ribuan Orang
Baca juga: Banjir Bandang Terjang Bangladesh dan India, Jutaan Orang Terkena Dampak, Puluhan Warga Tewas
Setiap mobil Dumtruk dijual pasir Rp 170.000 dan mobil L.300 Rp 50.000 sudah termasuk upah muat ke mobil," ujarnya kepada TribunGayo.com, Sabtu (6/8/2022).
Menurut ayah empat anak itu, setiap musim penghujan mereka mudah mendapatkan pasir.
Namun, terkadang ketika air besar mereka sulit mengangkut pasir dengan sekop.
“Alhamdulillah, dari hasil tambang ini mampu membiayai sekolah dan belanja di rumah tangga," katanya. (as)
Baca juga: Banjir Bandang Tewaskan 549 Warga Kawasan Terpencil Baluchistan, Pakistan
Baca juga: Banjir Bandang Terjang Najran, Bocah Empat Tahun Arab Saudi Ditemukan Meninggal Tenggelam