Breaking News:

Berita Banda Aceh

Aniaya Korban Hingga Meninggal, Seorang Mahasiswa Masuk DPO Polresta Banda Aceh

Polres Banda Aceh mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO) tindak pidana penganiayaan berat di Banda Aceh, Senin (8/8/2022)

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Polres Banda Aceh mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO) tindak pidana penganiayaan berat di Banda Aceh, Senin (8/8/2022). Polisi sedang mencari Raisul Akram bin Hasbi (23), mahasiswa asal Gampong Lagang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Pelaku melakukan penganiayaan berat terhadap korban Andri (23) alamat Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. 

Laporan Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Polres Banda Aceh mengeluarkan daftar pencarian orang ( DPO) tindak pidana penganiayaan-berat' title=' penganiayaan berat'> penganiayaan berat di Banda Aceh, Senin (8/8/2022).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, melalui Kasatreskrim Kompol M Ryan Citra Yudha, mengatakan kasus tindak pidana penganiayaan-berat' title=' penganiayaan berat'> penganiayaan berat tersebut terjadi pada Rabu (3/8/2022) lalu.

Ia mengatakan, DPO tersebut dikeluarkan atas nama Raisul Akram bin Hasbi (23), mahasiswa, dengan alamat Dusun Teungku Dian, Gampong Lagang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Lanjut dia, pelaku melakukan penganiayaan-berat' title=' penganiayaan berat'> penganiayaan berat terhadap korban Andri (23) alamat Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Penganiayaan tersebut dilakukan pelaku, yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Baca juga: Avanza Kontra Tronton di Pidie Rengut Tiga Nyawa, Termasuk Pengantin Baru Asal Aceh Besar

"Kejadiannya Rabu lalu. Terkait kasus penganiayaan-berat' title=' penganiayaan berat'> penganiayaan berat yg menyebabkan korbannya meninggal dunia," kata Ryan saat dikonfirmasi Serambinews.com.

Kata Ryan, usai melakukan tindak pidana penganiayaan kepada korban, pelaku langsung melarikan.

Hingga saat ini pihaknya masih berupaya melakukan pencarian terhadap pelaku.

Menurut keterangan saksi lanjut Ryan, tindakan penganiayaan tersebut dilakukan secara tunggal oleh pelaku.

Karena hal tersebut pula, pihaknya mengimbau agar pelaku segera menyerahkan diri.

"Kita sampai saat ini masih berupaya untuk melakukan pencarian terhadap pelaku, dan kita imbau juga pelaku untuk k menyerahkan diri," pungkasnya.(*)

Baca juga: Kisah Pilu Bocah Yatim Piatu, 2 Bulan Tidur di Makam Mendiang Ayah, Alasannya Bikin Terenyuh

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved