Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Bupati Aceh Tamiang Akui Penerapan Syariat Islam di Aceh belum Maksimal

Bupati Aceh Tamiang, Mursil secara tegas mengakui penerapan syariat Islam di Aceh belum maksimal

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/ RAHMAD WIGUNA
Bupati Aceh Tamiang Mursil berharap usulan LSK yang diajukan tiga tahun lalu ditanggapi Kememdagri. LSK bertujuan memerangi rentenir dan juga membantu sektor UMKM 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Bupati Aceh Tamiang, Mursil secara tegas mengakui penerapan syariat Islam di Aceh belum maksimal.

Pemerintah pusat diharapkan mampu menyeleraskan penegakan syariat Islam dengan seluruh pihak.

“Interconnecting (saling berhubungan) antara pemerintah dengan swasta belum terjadi.

Seharusnya penegakan syariat Islam ini berlaku untuk semua sektor,” kata Mursil Senin (8/8/2022).

Mursil menilai banyak barometer yang bisa dijadikan tolak ukur belum terlaksananya syariat Islam secara baik di seluruh wilayah Aceh.

“Indikasinya banyak, saya sebut saja tentang praktik rentenir,” jelasnya.

Baca juga: Nginap di Kos Janda Muda, Seorang Pemuda Diringkus WH Aceh Tamiang, Keduanya Nyaris Diamuk Massa

Mursil mengakui praktik rentenir merupakan salah satu kegiatan yang paling diperanginya.

Namun karena belum didukung regulasi, pemberantasan rentenir belum bisa dilakukan secara tuntas.

Dia kemudian membeberkan di tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah mulai mengurus pendirian Lembaga Keuangan Syariah.

Namun hingga tiga tahun berlalu, usulan permohonan lembaga ini tidak ada titik terang.

Dia menyimpulkan belum tuntasnya urusan ini cermin rendahnya nilai tawar Aceh dengan pemerintah pusat.

“Begitu lemahnya bergaining (nilai tawar) kita, sehingga sampai hari ini Kemendagri belum menuntaskan usulan yang sudah kita ajukan sejak 2019,” bebernya.

Baca juga: Harga TBS Kelapa Sawit Hari Ini Naik, Segini Harga Sawit di Agen Pengumpul di Aceh Selatan

Padahal kata Mursil, lembaga ini sengaja dia siapkan untuk memberantas rentenir sekaligus menjadi alternatif berhentinya operasional bank konvensional di Aceh yang memiliki layanan UMKM. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved