Breaking News:

Internasional

Hamas Fokuskan Pemerintahan, Selama Perang Tiga Hari, Israel Tidak Pernah Sebut Hamas

Peristiwa dalam beberapa hari terakhir menggarisbawahi pergeseran prioritas Hamas, karena berfokus pada pemerintahan dan tetap berkuasa di Jalur Gaza.

Editor: M Nur Pakar
ArabNews/Kata Khatib
Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel di Rafah, Jalur Gaza selatan, Palestina pada Sabtu (6/82022). 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Peristiwa dalam beberapa hari terakhir menggarisbawahi pergeseran prioritas Hamas, karena berfokus pada pemerintahan dan tetap berkuasa di Jalur Gaza, Palestina.

Hamas tidak menginginkan perang setiap hari," kata Mkhaimar Abusada, seorang profesor ilmu politik di Universitas al-Azhar Gaza kepada AP, Senin (8/8/2022).

"Jika bergabung secara publik, ini berarti penghancuran bangunan, infrastruktur," tambahnya.

"Orang Mesir memainkan peran berpengaruh dalam mencegah Hamas bergabung dalam pertempuran," ujarnya.

Izin kerja Israel telah menjadi jalur kehidupan bagi perekonomian Jalur Gaza.

Jalur Gaza telah terpukul dengan kehancuran luas dari serangan Israel selama bertahun-tahun dan pembatasan pergerakan yang melumpuhkan ekonomi.

Baca juga: Hamas Tuduh Israel Ingin Perang Lagi, Bantai Warga Sipil Palestina

"Izin itu jelas sangat penting bagi Hamas karena ia mengatur Jalur Gaza dan memiliki tanggung jawab mengatur," kata Hossam al-Dajani, ilmuwan politik di Universitas Islam Gaza.

Perdana Menteri Israel Yair Lapid, telah mengisyaratkan perubahan kebijakan lainnya.

Sepanjang pertempuran, Lapid telah menahan diri tidak menyebut Hamas.

Hal itu berlawanan dengan mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menganggap Hamas bertanggung jawab atas setiap serangan yang berasal dari Jalur Gaza.

Pada saat yang sama, pemerintah Lapid menyerang balik setiap dan semua api dari Gaza, termasuk balon pembakar.

Lapid tampaknya telah melangkah lebih jauh daripada penggemar keamanan gadungan Netanyahu yang strateginya sebagian besar melibatkan serangan ke Jalur Gaza sebagai tanggapan atas serangan roket.

Baca juga: Dewan Keamanan PBB Segera Bahas Serangan Israel ke Jalur Gaza, Kondisi Sudah Mengerikan

Lapid memilih serangan pendahuluan di babak terbaru, mengutip ancaman nyata dari Jihad Islam.

“Pemerintah ini memiliki kebijakan nol toleransi untuk setiap upaya serangan dalam bentuk apapun, dari Jalur Gaza ke wilayah Israel,” kata Lapid pada awal operasi Jumat (5/8/2022).

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved