Breaking News:

Video

VIDEO Meski Keuntungan Menjanjikan, Petani Jagung Ranto Peureulak Keluhkan Modal Perawatan

Agar hasil panen maksimal, para petani membutuhkan modal untuk perawatan jagung sekitar Rp 18-20 juta per hektar. Seperti membeli pupuk dan racun hama

Penulis: Seni Hendri | Editor: Hari Mahardhika

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Sekitar 5 tahun terakhir petani di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, fokus mengembangkan tanaman jagung.

Pantauan Serambinews.com, Minggu (7/8/2022) terlihat para pekerja di pabrik beraktivitas menggiling dan mengemas jagung dari hasil panen petani.

Selanjutnya jagung yang dikemas dalam goni itu akan dijual ke Medan, Sumatera Utara. 

Seorang petani, Muhammad Rizal Azis atau Alex mengatakan sejak tahun 2018 sekitar 50 persen masyarakat Seumanah Jaya, mulai mengembangkan tanaman jagung. 

Menurutnya Alex, harga jual di Medan, berkisar antara Rp 3.500-4.700 per kg tergantung kadar air. Sehingga semakin kering maka akan lebih mahal. 

Agar hasil panen maksimal, para petani membutuhkan modal untuk perawatan jagung sekitar Rp 18-20 juta per hektar. Seperti membeli pupuk, racun hama dan modal lainnya. 

Jika panen sebanyak 10 ton dalam satu hektar, dikali dengan harga Rp 3.500 per kg, maka petani bisa mendapatkan hasil Rp 35 juta, dan meraup keuntungan Rp 15 juta setelah dipotong biaya perawatan 20 juta.

Alex mengakui, selama ini para petani juga mendapatkan bantuan dari pemerintah namun belum maksimal seperti yang dibutuhkan petani.

Selama ini, masyarakat antusias menanam jagung tapi terkendala dengan modal perawatan.

Untuk itu mereka berharap, agar pemerintah hadir mendampingi, memberikan bantuan modal maupun kebutuhan lainnya agar dapat membangkitkan perekonomian petani.

Narator: Syita
Video Editor: Hari Mahardhika

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved