Breaking News:

Internasional

Raja Salman Minta Masyarakat Internasional Cegah Serangan Berulang Israel ke Palestina

Kerajaan Arab Saudi dengan tegas meminta masyarakat internasional mencegah serangan militer ke Palestina.

Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Raja Salman memimpin pertemuan Dewan Menteri di Riyadh, Arab Saudi pada Selasa (9/8/2022). 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi dengan tegas meminta masyarakat internasional mencegah serangan militer ke Palestina.

Hal itu disampaikan oleh Raja Salman saat memimpin pertemuan Dewan Menteri Arab Saudi di Riyadh, Selasa (9/8/2022).

Raja Salman, meminta masyarakat internasional menghentikan serangan berulang Israel terhadap warga Palestina, Saudi Press Agency (SPA) melaporkan pada Selasa (9/8/2022).

Sebelumnya, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi dan Perdana Menteri Israel Yair Lapid mengadakan pembicaraan.

Pembicaraan itu dilaksanakan setelah gencatan senjata yang ditengahi Kairo pada Minggu (7/8/2022) malam antara Israel dan Jihad Islam di Jalur Gaza.

Baca juga: Raja Salman Sampaikan Belasungkawa ke Presiden Mesir, Kasus Tewasnya Bus Penumpang Tabrak Truk

Di mana pertempuran pekan lalu menewaskan sedikitnya 44 warga Palestina, termasuk 15 anak-anak.

Selama panggilan telepon, El-Sisi mengatakan sangat penting untuk membangun ketenangan saat ini.

Dia berharap ada langkah segera untuk memperbaiki kondisi kehidupan di Jalur Gaza dan mendukung Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Lapid menegaskan kembali peran Mesir sebagai landasan bagi perdamaian Timur Tengah.

Dia mengungkapkan terima kasih atas mediasi yang efektif dalam beberapa hari terakhir ini.

Dalam sebuah pernyataan, Lapid mengatakan dia dan El-Sisi berbicara tentang pentingnya mempromosikan dan mengembangkan normalisasi antara Israel dan negara-negara di kawasan itu.

Baca juga: Raja Salman Dapat Ucapan Selamat dari Pemimpin Arab Atas Keberhasilan Musim Haji 2022

Termasuk, pentingnya dialog untuk mencapai stabilitas di kawasan itu.

Mereka juga membahas masalah kemanusiaan yang penting kedua negara dan kelanjutan kerja sama ekonomi.

Gencatan senjata mengakhiri pertempuran terburuk di Gaza sejak perang 11 hari tahun lalu.

Israel memulai operasinya dengan membunuh seorang pemimpin Jihad Islam pada Jumat (5/8/2022) dan membunuh seorang pemimpin lainnya pada Sabtu (6/8/2022).

Pada Selasa (9/8/2022), tentara Israel menembak mati komandan Brigadir Martir Al-Aqsa di Kota Nablus, Tepi Barat.(*)

Baca juga: Mesir Berhasil Mengakhiri Perang Tiga Hari Jihad Islam dan Israel, Gencatan Senjata Disepakati

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved