Breaking News:

Berita Banda Aceh

Pemerintah Aceh Buka 18 Etalase, Pengadaan Barang dan Jasa

Setelah sukses melelang 7.811 unit rumah layak huni, Pemertintah Aceh pada Agustus ini, kembali membuka 17 etalase Pengadaan Barang dan Jasa

Editor: bakri
IST
Pendaftaran E-Katalog 

BANDA ACEH - Setelah sukses melelang 7.811 unit rumah layak huni, Pemertintah Aceh pada Agustus ini, kembali membuka 17 etalase Pengadaan Barang dan Jasa melalui sistem E-Katalog Lokal.

Sehingga total etalase pengadaan barang dan jasa dari Januari-Agustus 2022 yang dibuka sebanyak 18 etalase Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemerintah Aceh, T Aznal, didampingi Kepala Bidang LPSE, M Nur dan Kasubbag Pengelolaan PBJ Deni, Selasa (9/8/2022), mengatakan, pembukaan 17 etalase baru dalam pengadaan barang dan jasa milik Pemerintah Aceh melalui E-Katalog Lokal, dimaksudkan untuk percepatan pelaksanaan realisasi pelelangan paket-paket proyek yang terdapat dalam APBA 2022 melalui sistem E-Katalog Lokal.

Dikatakan, banyak keuntungan melelang pengadaan barang dan jasa melalui E-Katalog.

Antara lain, masa lelangnya lebih cepat, transparan, hemat biaya dan yang peling penting keterlibatan penyedia barang dan jasa lokal.

Pelaksanaan sistem E-Katalog ini, kata Aznal, sesuai dengan instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2022, tentang percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri, UMKM dan Koperasi, dalam rangka sukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

Adapun ke 18 etalase pengadaan barang dan jasa yang sudah dibuka melalui sistem E-Katalog Lokal itu diantaranya pengdaan alat tulis kantor (ATK), suvenir, pakaian dinas, aspal, peralatan kantor, servis kendaraan, bahan material, bahan dan alat kebersihan, beton ready mix, bahan pokok, mobiler, jasa kebersihan, jasa keamanan, bibit perkebunan, pemeliharaan gedung/bangunan kantor, makanan dan minuman, servis elektronik dan rumah layak huni.

“18 etalase pengadaan barang dan jasa yang sudah dibuka melalui E-Katalog ini, sudah sesuai dengan Surat Edaran KPK Nomor 14 tahun 2022 tentang Pencegahan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa Melalui Implementasi E-Katalog,” katanya.

Dijelaskan, melelang paket proyek melalui E-Katalog, memudahkan dan mempercepat tugas KPA SKPA dan SKPK dalam melaksanakan lelang paket proyek APBA/APBK secara transparan, efektif dan efisien.

Dia mencontohkan pengadaan barang dan jasa rumah layak huni.

Pada tahun 2022 ini, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pengairan, akan melaksanakan pembangunan 7.811 unit rumah layak huni dengan nilai Rp 723 miliar.

Baca juga: Pakar Ekonomi: Sistem e-Katalog, Buka Pasar Produk UMKM Lokal

Baca juga: Biro PBJ Aceh akan Buka 10 E-Katalog Lokal Dari Pengadaan ATK, Aspal, hingga Bahan Pokok

Untuk pengadaan rumah layak huni sebanyak 7.811 unit yang tersebar di 23 kabupaten/kota, Dinas Pengairan Aceh melelang paket proyek rumah layak huninya dengan cara E-Katalog Lokal, sejak bulan Maret 2022 lalu, sampai bulan Agustus 2022 ini, sebanyak 7.811 unit rumah layak huni yang mau dibangun tahun ini, semua sudah di klik dalam e-katalog.lkpp.go.id.

“Laporan dari Dinas Pengairan Aceh, semua paket rumah layak huni yang mau dibangun dan diadakan, sudah dikontrakkan kepada perusahaan penyedia barang dan jasa untuk rumah layak huni.

Hal ini disebakan, jumlah perusahaan yang telah terdaftar sebagai penyedia barang dan jasa untuk rumah layak huni dalam e-katalog.lkpp.go.id.mencapai 615 perusahaan.

Dari 615 perusahaan itu, jumlah jenis produk rumah layak huni yang ditawarkan dalam etalase pengadaan barang dan jasa untuk rumah layak huni sudah mencapai 2.500 jenis,” jelas Aznal.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved