Breaking News:

Berita Langsa

Rektor Unsam Langsa Resmikan Lahan Arboretum Sebagai Pusat Riset Konservasi Tumbuhan

Arboretum Unsam Langsa merupakan lahan konservasi ex situ cempaka pertama di Indonesia untuk tujuan konservasi, riset dan pendidikan. 

Penulis: Zubir | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/ZUBIR
Rektor Unsam Langsa, Dr Ir Hamdani, MT, didampingi pejabat lingkungan kampus itu dan pihak lainnya menanam pohon cempaka di Lahan Aboretum, Rabu (10/8/2022) 

Arboretum Unsam Langsa merupakan lahan konservasi ex situ cempaka pertama di Indonesia untuk tujuan konservasi, riset dan pendidikan. 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Rektor Universitas Samudra ( Unsam) Langsa, Dr Ir Hamdani, MT, Rabu (10/8/2022) meresmikan lahan Arboretum

Penyediaan lahan ini bekerja sama dengan Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya dan Kehutanan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Arboretum Unsam Langsa merupakan lahan konservasi ex situ cempaka pertama di Indonesia untuk tujuan konservasi, riset dan pendidikan. 

Lahan seluas 1 hektare ini berada di Kampus Unsam Langsa, Gampong Meurandeh, Kecamatan Langsa Lama.

Peresmian ini juga dihadiri 2 Peneliti Ahli Madya dan Pratama dari Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya dan Kehutanan BRIN, Dr Iyan Robiansyah, SSi, MSc dan Enggal Primananda, SSi, MSc.

Baca juga: Dosen Unsam Langsa PKM di Desa Terujak, Potensi Alam di Pedalaman Aceh Timur Itu Layak Dikembangkan

Hadir Ketua Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Penjaminan Mutu (LPPM-PM), Dr. Asnawi, SPd, MPd, Karo AKPK, Zulfan, SH, MSi.

Selain itu, juga para pejabat lingkungan Unsam lainnya, perwakilan dari KPH III Wilayah Aceh, DLH, BPBD, para dosen, dan lainnya lainnya. 

Rektor Unsam, Dr Ir Hamdani, MT, dalam sambutannya mengatakan pembangunan Arboretum Universitas Samudra merupakan implementasi dari kerjasama antara LPPM-PM Universitas Samudra dengan Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya dan Kehutanan, BRIN.

Pelaksanaan perjanjian kerja sama LPPM-PM Universitas Samudra dengan Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya dan Kehutanan, BRIN akan berlangsung selama 3 tahun yaitu sejak tahun 2022-2024. 

Baca juga: Tim Peneliti USK dan Unsam Kaji Pengaruh Sedimen Tsunami terhadap Tanaman Kebun

Rektor menjelaskan, Arboretum Universitas Samudra digagas pertama kali oleh Pusat Riset Inovasi Sains dan Teknologi LPPM-PM, Koordinator Zulfan Arico, M.Si, dengan latar belakang bunga cempaka adalah bunga khas Aceh. 

Salah satu tujuan pendirian Arboretum ini adalah untuk membangun Arboretum Universitas Samudra sebagai arboretum konservasi ex situ dan riset bunga Cempaka Indonesia pertama dan terlengkap. 

Oleh karena itu, diharapkan selama 2 sampai 3 tahun ke depan Arboretum Universitas Samudra nantinya akan menjadi pusat konservasi cempaka di Indonesia.

"Di Lahan Arboretum ini akan ditanami berbagai jenis pohon cempaka. 

Kemudian diikuti pohon-pohon jenis lainnya yang diperuntukan untuk penelitian bidang pertanian maupun biologi," tutup Rektor. (*)

Baca juga: Dosen Unsam Latih Warga Idi Rayeuk, Olah Minyak Pliek Ue Jadi Minyak Goreng Sehat dan Layak Konsumsi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved