Breaking News:

Berita Gayo Lues

‘Anak Laki-laki Harus Bisa Tari Saman’, Wabup Buka Festival Seni Budaya Gayo

Wakil Bupati (Wabup) Gayo Lues (Galus), Said Sani, mengatakan, setiap anak laki-laki atau anak lajang harus bisa bermain Tari Saman

Editor: bakri
TRIBUN GAYO/RASIDAN
Wakil Bupati Gayo Lues, Said Sani, didampingi unsur Forkompinda membuka Festival Seni Budaya Gayo di Balai Musara Blangkejeren, Rabu (10/8/2022). 

GAYO LUES - Wakil Bupati (Wabup) Gayo Lues (Galus), Said Sani, mengatakan, setiap anak laki-laki atau anak lajang harus bisa bermain Tari Saman.

Begitu juga sebaliknya bagi anak gadis (seberu), harus bisa bermain Tari Bines dan baru bisa disebut sebagai anak gadis pencipta seni dan budaya.

“Setiap anak laki atau anak lajang harus bisa bermain Tari Saman, itu baru dikatakan lelaki dan seorang anak muda,” kata Said Sani saat membuka Festival Seni Budaya Gayo, Rabu (10/9/2022).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Gayo Lues itu akan berlangsung selama seminggu, terhitung sejak kemarin.

Ada enam jenis seni Gayo yang akan diperlombakan, diikuti puluhan grup atau sanggar seni dan penampilan dari perorangan.

Wabup Galus Said Sani mengatakan, kompetisi seni budaya Gayo merupakan salah satu ajang untuk pembinaan para seniman Gayo.

Selain itu, melalui kompetisi tersebut diharapkan para pemuda harus melestarikan budaya Gayo.

"Melalui ajang kompetisi ini, diminta para anak muda harus melestarikan budaya Gayo.

Selain itu dapat melahirkan para seniman-seniman Gayo lainnya," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Galus, Irsan Firdaus, kepada TribunGayo.

Baca juga: Gaura Mancacarita, Pria Asing yang Berperan Atas Masuknya Saman dalam Daftar Warisan Budaya UNESCO

Baca juga: Kurator Saman Gayo Syamsul Bahri Ingatkan Pemerintah tak Lupakan Pendirian Saman Centre

com, menyatakan, Festival Seni Budaya Gayo dalam beberapa tahun terakhir ini tidak diselenggarakan, yang disebabkan adanya Pandemi Covid-19.

Sehingga melalui ajang kompetisi kali ini, tema yang diangkat ‘Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat,’.

Irsan Firdaus menjelaskan, dalam kompetisi seni budaya Gayo, ada enam seni yang dilombakan, yakni seni tari Saman akan diikuti dari 17 sanggar seni, kemudian tari bines diikuti 17 sanggar seni, lalu seni atau budaya Nesek diikuti 10 orang peserta, begitu juga dengan seni Pongot diikuti sebanyak 17 orang peserta.

Selanjutnya untuk seni Didongalo ikuti dari 10 grup didong dan budaya Melengkan diikuti 7 orang peserta.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved