Breaking News:

Video

VIDEO Tanggapi Usulan Menko Marves LBP soal TNI Masuk Lembaga, Jokowi: Kebutuhannya Belum Mendesak

Presiden Jokowi menilai, pelibatan perwira aktif TNI dalam pemerintahan belum perlu dilakukan, terlebih dalam waktu dekat.

Editor: Thesi Suryadi

SERAMBINEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengomentari usulan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan terkait perwira aktif TNI masuk ke kementerian atau lembaga.

Menurut Presiden Jokowi , langkah tersebut belum terlalu dibutuhkan oleh pemerintah saat ini.

Seperti diketahui sebelumnya, usulan dari Luhut ini sempat mengundang banyak komentar karena dinilai kembali ke zaman Orde Baru (orba).

Tanggapan Presiden Jokowi ini disampaikannya ketika melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sukoharjo, jawa Tengah pada Kamis (9/8).

Presiden Jokowi menilai, pelibatan perwira aktif TNI dalam pemerintahan belum perlu dilakukan, terlebih dalam waktu dekat.

"Ya saya melihat masih kebutuhannya saya lihat belum mendesak," ujar Jokowi

"Ya kebutuhannya sudah saya jawab, kebutuhannya kan saya lihat belum mendesak," kata Kepala Negara.

VIDEO Presiden RI Joko Widodo Sampaikan Pemerintah Mulai Laksanakan Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga

VIDEO - Pernah Bernyanyi di Hadapan Jokowi, Begini Perasaan Tarisa, Remaja Cantik Asal Aceh

VIDEO Berkunjung ke Jepang Presiden Jokowi Jumpai Kaisar Naruhito

Diberitakan sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan agar dalam perubahan UU TNI , memuat aturan yang membolehkan perwira menduduki jabatan di kementerian atau lembaga.

Usulannya ini disampaikan Luhut dalam acara Silahturahmi Nasional Persatuan Purnawirawan TNI AD, Jumat (5/8).

Menurutnya, apabila aturan ini terwujud maka tak ada lagi perwira-perwira yang mengisi jabatan tak perlu di internal TNI AD.

Selain itu, mereka tak lagi berebut jabatan karena bisa berkarier di luar militer.

Dikutip dari Kompas.com, Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur menilai, hal ini sebagai upaya menghidupkan kembali dwifungsi TNI .

Selain itu juga menunjukkan gejala kembalinya rezim otoritarianisme Orba. (Tribun-Video.com)

Sumber: Tribun-Video.com
Video Editor: @thesisuryadi
Narator: @suhiyazahrati

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved