Breaking News:

Internasional

Ajakan Menikah Ditolak, Pisau Bertindak Habisi Calon Istri, Ditikam Puluhan Kali

Nasib tragis dialami seorang gadis Mesir yang merenggang nyawa di tangan pacarnya sendiri.

Editor: M Nur Pakar
Media Sosial
Korban penikaman, Salma Baghat di Kota Zagazig, Mesir. 

SERAMBINEWS.COM, KAIRO - Nasib tragis dialami seorang gadis Mesir yang merenggang nyawa di tangan pacarnya sendiri.

Sang gadis yang menolak lamaran untuk menjadi calon istri pacarnya, tidak bisa berbuat apa-apa saat pisau menghujami tubuhnya sampai bersimbah darah.

Tidak perlu menuggu lama, polisi bergerak cepat untuk menangkap seorang pria karena membunuh pacarnya yang berusia 20 tahun.

Penikaman secara brutal itu terjadi setelah dia menolak untuk menikah dengannya.

Kasus pembunuhan wanita terbaru itu telah mengejutkan warga Mesir.

Dalam sebuah pernyataan, Jaksa Penuntut Umum Mesir mengatakan telah menahan tersangka bernama Islam Mohammed berusia 22 tahun.

Baca juga: Pembunuhan Keji Mahasiswi, Reaksi Keras Menyoroti Kekerasan Terhadap Perempuan Mesir

Tersangka masih dalam penyelidikan atas tuduhan pembunuhan berencana terhadap Salma Baghat, yang terjadi di kota Zagazig Mesir.

Jaksa mengatakan wanita muda itu dan keluarganya menolak tawaran untuk menikahinya.

Karena sang pria berprilaku buruk, abnormal dan kecanduan narkoba.

Mohammed, yang menghadiri Akademi Al-Shorouk bersama Baghat, mengakui kepada pihak berwenang membunuhnya pada Selasa (10/8/2022).

Dengan alasan, dia menolaknya dan menolak memenuhi tuntutannya untuk berhenti bertemu teman-temannya dan pekerjaannya.

Mohammed menikam Baghat 17 kali saat meninggalkan sebuah gedung di kota, menurut laporan media setempat.

Baca juga: Seorang Pria Coba Selamatkan Tunangannya Berakhir Tragis, Pisau Dibalas Tembakan Senjata Api

Jaksa mengatakan pria itu kemudian memposting gambar tubuh korban secara online setelah serangan itu.

Pembunuhan Baghat menjadi yang terbaru dalam serangkaian pembunuhan balas dendam di Mesir.

Sebelumnya, pembunuhan Nayera Ashref berusia 21 tahun di luar kampus universitasnya di siang hari bolong pada Juni 2022.

Insiden itu l angsung memicu kemarahan di seluruh Mesir.

Sebelum pembunuhannya, Ashraf berulang kali menolak ajakan Mohamed Adel untuk menikah.

Menurut Yayasan Erdaak untuk Pembangunan dan Kesetaraan, diperkirakan 7,8 juta anak perempuan dan perempuan di Mesir mengalami beberapa bentuk kekerasan berbasis gender.

Baca juga: Gangster Bertopeng dan Bersenjata Pisau Serang Taman Kanak-Kanak di Jianxi, Tiga Orang Tewas

Pada tahun 2020 saja, ada 415 kejahatan kekerasan yang dilaporkan terhadap anak perempuan dan perempuan di negara itu, kata organisasi itu dalam sebuah laporan yang diterbitkan tahun lalu.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved