Breaking News:

Asyraf Aceh Bersihkan dan Tata Kembali Makam Era Kesultanan Aceh di Kompleks Masjid Teungku Anjong

Tim Asyraf menemukan bahwa tokoh utama dalam kompleks tersebut seorang bangsawan Aceh yang diperkirakan bergelar Maharaja Setia Muda (w.1096 H).

for serambinews.com
Makam era kesultanan Aceh Darussalam di Kompleks Masjid Teungku Anjong, Peulanggahan, Banda Aceh, setelah ditata kembali oleh Tim Asyraf Aceh. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tim Asyraf Aceh Darussalam bersama sejumlah relawan tuntas membersihkan dan menata kembali Makam Era Kesultanan Aceh Darussalam di Kompleks Masjid Teungku Anjong, Peulanggahan, Banda Aceh.

Proses penataan kembali makam tersebut berlangsung hingga tiga pekan, yang dimulai sejak 20 Juli 2022 sampai dengan 10 Agustus 2022.

Kegiatan ini berawal dari ditemukan sebuah situs makam kuno oleh Tim Asyraf Aceh pada awal Juli 2022.

Ketua Asyraf Aceh Sayid Murthada bin Badruddin Al-Aydrus mengatakan, penemuan ini berawal dari kajian Tim Asyraf Aceh bahwa berdasarkan peta Belanda tahun 1885 M tentang sebaran makam-makam yang terdapat di Peulanggahan.

“Setelah ditelusuri didapati sebuah kompleks makam di sisi barat makam Teungku Anjong yang tidak terurus dan sudah banyak dalam kondisi rusak serta patah,” kata Murthada kepada Serambi, Jumat (12/8/2022) .

Oleh sebab itu, Asyraf Aceh berinisiasi untuk melakukan pembersihan dan penataan kembali makam-makam tersebut sejak 20 Juli 2022 sampai dengan 10 Agustus 2022.

Kompleks makam yang dibersihkan dan ditata kembali terletak di sisi barat makam Teungku Anjong dengan tipologi nisan abad ke-17 M dan Abad ke-18 M.

Diperkirakan terdapat puluhan nisan dalam kondisi yang sudah patah dan terbenam di dalam tanah serta sejumlah batu badan.

Baca juga: Asyraf Aceh Salurkan Daging Kurban ke Sejumlah Gampong di Nagan Raya

Baca juga: Bolehkah Mengucapkan Barakallah Fii Umrik Untuk Orang yang Ulang Tahun? Ini Pandangan Islam

Baca juga: Harga Sawit di Tingkat Petani Rp 1.400-1.500 Per Kg, Segini Harga CPO di Medan

Tim Asyraf menemukan bahwa tokoh utama dalam kompleks tersebut adalah seorang bangsawan Aceh yang diperkirakan bergelar Maharaja Setia Muda (w.1096 H).

Kondisi makamnya sudah terbenam dalam tanah, banyak terdapat akar pohon yang sudah menjalar dan menembus batu badan makam.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved