Breaking News:

Internasional

Banjir Bandang Hancurkan 2.500 Rumah di Sudan Timur, Ribuan Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Banjir bandang mematikan telah menghancurkan lebih dari 2.500 rumah di Sudan Timur.

Editor: M Nur Pakar
AFP/ASHRAF SHAZLY
Sebuah pompa bensin tertutup genangan banjir di jalan raya yang menghubungkan negara bagian Nil Biru selatan Sudan dengan ibu kota Khartoum, pada Selasa (9/8/2022). 

SERAMBINEWS.COM ,KAIRO - Banjir bandang mematikan telah menghancurkan lebih dari 2.500 rumah di Sudan Timur'> Sudan Timur.

Sehingga, ribuan orang kehilangan tempat tinggal di wilayah yang miskin itu.

Sebanyak 546 rumah lainnya, sebagian hancur seusai hujan deras di Provinsi Sungai Nil, lansir kantor berita SUNA pada Kamis (11/8/2022) malam.

Sejak awal musim hujan di Mei 2022, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan sekitar 38.000 orang telah terkena dampak banjir di seluruh negara Afrika Timur itu.

Sejauh ini, daerah yang paling parah terkena dampak termasuk Kassala, Darfur Selatan, Darfur Tengah, Kordofan Selatan, Nil Putih dan Provinsi Sungai Nil.

Jumlah korban tewas secara nasional masih belum ditentukan.

Baca juga: Banjir Bandang Hancurkan Ribuan Bangunan, Sembilan Orang Tewas di Korea Selatan

Pada Rabu (10/8/2022), SUNA melaporkan dua anak tewas ketika banjir menghancurkan rumah mereka di provinsi tengah Sungai Nil.

Sebelumnya, OCHA mengatakan enam orang tewas, dan sejumlah orang yang belum dikonfirmasi terluka ketika rumah mereka runtuh atau hanyut oleh banjir di provinsi Darfur Tengah.

Sekitar 2.800 rumah hancur, dan lebih dari 1.620 rumah rusak di provinsi yang sama, menurut pernyataan OCHA yang dirilis pada Senin (8/8/2022).

Bulan lalu, PBB mengatakan banjir-bandang' title=' banjir bandang'> banjir bandang menewaskan 12 orang di Darfur Selatan.

Musim hujan di Sudan biasanya berlangsung hingga September, dengan banjir memuncak antara Agustus dan September.

Pada tahun 2021, lebih dari 314.000 orang terkena dampak hujan dan banjir di seluruh Sudan, menurut PBB.(*)

Baca juga: Presiden Korea Selatan Minta Maaf ke Rakyatnya, Banjir Menyebabkan Kematian dan Kerusakan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved