Breaking News:

Opini

Menyoal Gagalnya Syariat Islam

BEBERAPA hari terakhir, publik dihebohkan dan merasa terusik dengan sebuah statement yang disampaikan oleh salah seorang tokoh kampus UIN Ar-Raniry

Editor: bakri
Menyoal Gagalnya Syariat Islam
FOR SERAMBINEWS.COM
Wirzaini Usman SHI MI Kom,  Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Generasi Muda Mathla'ul Anwar Bidang Humas, Komunikasi dan Teknologi Informasi Periode 2021-2026/ Juru Bicara Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh 2005-2009

Dan road map sebagai peta jalan menuju target yang hendak dicapai.

Siapa melakukan apa.

Tanggung jawab

Sekarang, yang perlu digarisbawahi adalah, pelaksanaan dan penerapan syariat Islam tentu bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama sesuai dengan profesinya dan level masing- masing.

Menurut hemat penulis, pelaksanaan syariat Islam itu dibagi tiga, yaitu Masuliyyatul fardiyah, masuliyyatul jamaiyyah, dan masuliyyatul hukumiyyah.

Masuliyyatul fardiyah merupakan tanggung jawab pribadi.

Semua muslim bertanggung jawab dalam menerapkan nilai-nilai syariat Islam.

Kesadaran merupakan kunci dalam menyukseskan syariat Islam.

Sejauh ini untuk tanggung jawab pribadi dan keluarga kita sendiri sudahkah kita terapkan di rumah masingmasing? Kedua, masuliyyatul jamaiyyah, yaitu tanggung jawab komunal.

Syariat Islam menjadi tanggung bersama.

Semua memiliki peran masing- masing sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya.

Kampus melahirkan konsep-konsep besar.

Begitu pula dengan lembaga-lembaga lainnya.

di gampong misalnya, masyarakat dapat menyiapkan reusam dan pageue gampong sebagai aturan dalam melakukan pengawasan akan kemungkinan terjadinya pelanggaran syariat.

Ketiga, masuliyyatul hukumiyyah, tanggung jawab pemerintah.

Pemerintah sangat menentukan, karena pelaksanaan Syariat Islam sudah masuk dalam tataran pemerintahan, yakni diqanunkan.

Komitmen dan polical will pemimpin kunci keberhasilan pelaksanaan Syariat Islam.

Pemerintah harus serius dalam hal ini.

Keseriusan dibuktikan dengan menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan.

Menyiapkan aturan, grand design, road map, sumber daya manusia, fasilitas dan dukungan anggaran yang memadai.

Terakhir bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai syariat Islam dalam programprogram dinas.

Dinas Syariat Islam sebagai leading sectornya, tetapi dinas-dinas yang lain juga bertanggung jawab untuk menyukseskannya, bukan hanya tugas Dinas Syariat Islam.

Oleh karena itu, penulis tegaskan, Prof Mujib mengatakan gagal, bukan gagal total.

Baca juga: Syariat Islam belum Gagal

Baca juga: Perkuat Statemen Rektor UIN, Aktivis Dayah Akui Syariat Islam Aceh Harus Dievaluasi dan Diperkuat

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved