Breaking News:

Mihrab

Peringati HUT ke-77 Kemerdekaan RI, Tgk Muhsin Ajak Umat Merdekakan Diri di Bulan Kemerdekaan

“Dengan kata lain, manusia tidak bisa dan tidak boleh menjadi budak orang lain, ia hanya menjadi hamba Tuhan semata,” katanya.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Taufik Hidayat
For Serambinews.com
Pengurus DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk Muhsin MA 

Maka dari itu, setiap muslim kiranya dapat memaknai arti kemerdekaan sebagai bentuk melepaskan segala sesuatu yang berkenaan dengan kesyirikan.

“Perlu dipahami juga adalah kemerdekaan seorang muslim ketika terbebasnya hamba dari segala dinamika kehidupan yang tidak berlandaskan atas aturan yang sudah ditentukan oleh Islam,” terang alumni Dayah Darussalam Al-Waliyah ini.

Menurutnya, Islam juga memandang kemerdekaan dengan tunduk atas kuasa Tuhan dan melepaskan diri dari jeratan nafsu.

Seorang hamba dapat menemukan arti kemerdekaan yang sebenarnya, jika ia mampu terbebas dari semua belenggu yang berasal dari godaan setan dan hawa nafsu, dan mengembalikan segala sesuatu kembali kepada aturan Allah.

“Orang yang terjerat oleh nafsu dipastikan sudah menyimpang dari jalan yang telah diberikan oleh Allah, karena ia sudah menjadi budak nafsu.

Maka memerdekakan diri sendiri dari belenggu nafsu merupakan kemenangan dan kebebasan terbesar menjalani hidup,” terang Tgk Muhsin, dosen STAI Tapaktuan.

Kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah dari Belanda, kemerdekaan ini tidaklah didapatkan dengan cuma-cuma, kemerdekaan ini adalah tetesan darah para pejuang bangsa.

Darah tumpah di tanah pusaka, jiwa mengawal tegaknya Indonesia. Engkau pahlawanku. Engkau kusuma negaraku, maka jasa pahlawan jasa penuh kenangan. Jasa yang tak akan mampu dibeli dengan harta, jasa yang punya tujuan "Merdeka atau Mati".

“Saudaraku, mari kita bangkit bersama. Membangun negeri tercinta.

Jadikan perbedaan sebagai sebuah keunikan dalam berbangsa dan bernegara agar terlihat indah dengan banyaknya warna,

dan janganlah menjadikan sebuah perbedaan sebagai kesombongan akan rasa paling benar dalam berfikir dan bertindak,

karena perbedaanlah yang mengakibatkan perpecahan yang membuat bangsa dan negara melemah,” tutup Tgk Muhsin, Magister Pendidikan Islam di UIN Ar-Raniry Banda Aceh. (ar)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved