Breaking News:

Internasional

Siswi Afghanistan Sudah Setahun Tidak Sekolah, Belum Ada Tanda-Tanda Taliban Buka Kembali SMA Putri

Sebagian besar remaja putri di Afghanistan sudah setahun tidak menginjakkan kaki di ruang kelas SMA Putri.

Editor: M Nur Pakar
AFP/Wakil KOHSAR
Para pelajar sekolah dasar menyusuri jalan menuju sekolah di Kabul, Afghanistan pada Selasa (9/8/2022), namun pelajar sekolah menengah atas dilarang sekolah. 

SERAMBINEWS.COM, KABUL- Sebagian besar remaja putri di Afghanistan sudah setahun tidak menginjakkan kaki di ruang kelas SMA Putri.

Tanpa tanda-tanda dari Taliban yang berkuasa akan mengizinkan mereka kembali ke sekolah menengah atas (SMA).

Beberapa berusaha mencari cara untuk menjaga pendidikan agar tidak terhenti bagi generasi perempuan muda.

Di sebuah rumah di Kabul, lusinan orang berkumpul untuk mengikuti kelas di sekolah informal yang didirikan oleh Sodaba Nazhand.

Dia dan saudara perempuannya mengajar bahasa Inggris, sains, dan matematika untuk anak perempuan yang seharusnya duduk di bangku sekolah menengah.

“Ketika Taliban ingin mengambil hak pendidikan dan hak kerja dari perempuan, saya ingin menentang keputusan mereka dengan mengajar gadis-gadis ini,” kata Nazhand kepada The Associated Press (AP), Jumat (12/8/2022).

Sekolahnya menjadi salah satu dari sejumlah sekolah bawah tanah yang beroperasi sejak Taliban mengambil alih negara itu setahun lalu.

Kemudian, melarang anak perempuan melanjutkan pendidikan setelah kelas enam.

Taliban tetap mengizinkan perempuan untuk melanjutkan kuliah di universitas, pengecualian ini akan menjadi tidak relevan ketika tidak ada lagi anak perempuan yang lulus dari sekolah menengah.

Baca juga: 180 Guru British Council Masih Terjebak di Afghanistan, Terancam Dihukum Oleh Taliban

“Tidak ada cara untuk mengisi celah ini, dan situasi ini sangat menyedihkan dan memprihatinkan,” kata Nazhand.

Badan bantuan Save the Children mewawancarai hampir 1.700 anak laki-laki dan perempuan berusia antara 9 dan 17 tahun di tujuh provinsi untuk menilai dampak pembatasan pendidikan.

Survei yang dilakukan dari Mei sampai Juni 2022 yang dirilis Rabu (10/8/2022) menemukan lebih dari 45 persen anak perempuan tidak bersekolah, dibandingkan 20 % anak laki-laki.

Juga ditemukan sebanyak 26 % anak perempuan menunjukkan tanda-tanda depresi, dibandingkan dengan 16 % anak laki-laki.

Hampir seluruh penduduk Afghanistan terjerumus ke dalam kemiskinan dan jutaan orang tidak dapat memberi makan keluarga mereka.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved