Berita Aceh Selatan
Harga TBS Berangsur Naik di Aceh Selatan, Hari Ini Rp 1.550/Kg
"Memang kenaikannya pelan, tapi pasti. Kita berharap harga tersebut bisa terus naik hingga kembali di kisaran harga Rp 2.900 - Rp 3.000/Kg seperti...
Penulis: Taufik Zass | Editor: Nurul Hayati
"Memang kenaikannya pelan, tapi pasti. Kita berharap harga tersebut bisa terus naik hingga kembali di kisaran harga Rp 2.900 - Rp 3.000/Kg seperti sebelum pemberlakuan larangan ekspor Crude Palm Oil (CPO)," harap Lukman (50), salah seorang petani di daerah Trumon, Aceh Selatan, Sabtu (13/08/2022).
Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM,TAPAKTUAN - Petani kelapa sawit di Kabupaten Aceh Selatan mulai merasa sumringah, seiring dengan terus merangkak naiknya harga Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit di daerah itu dalam tiga hari terakhir.
Tiga hari sebelumnya, harga TBS kelapa sawit di Aceh Selatan di tingkat agen pengumpul (RAM), dibeli dengan harga Rp 1.200/Kg,
Sehari kemudian, naik menjadi Rp 1.400/Kg.
Sabtu (13/08/2022) hari ini, harga beli di tingkat RAM naik menjadi Rp 1.550/Kg.
"Memang kenaikannya pelan, tapi pasti. Kita berharap harga tersebut bisa terus naik hingga kembali di kisaran harga Rp 2.900 - Rp 3.000/Kg seperti sebelum pemberlakuan larangan ekspor Crude Palm Oil (CPO)," harap Lukman (50), salah seorang petani di daerah Trumon, Aceh Selatan, Sabtu (13/08/2022).
Lukman mengakui, kenaikan harga tersebut membuat para petani setempat kembali bergairah untuk merawat dan mengelola kebun mereka dengan baik.
Sebab dengan harga tersebut, mereka sudah mulai merasakan keuntungan walaupun sedikit.
"Walaupun setelah dipotong ongkos dan biaya perawatan kebun keuntungannya sedikit, namun dengan harga seperti ini, bisa membuat kami petani kembali bergairah," ungkap Lukman yang diamini petani sawit lainnya.
Terkait dengan informasi mulai naiknya harga TBS kelapa sawit itu dibenarkan oleh Sumardi (48), seorang agen pengumpul di wilayah Trumon, Aceh Selatan.
Baca juga: Harga TBS Sawit dan CPO di Aceh Terus Bergerak Naik
"Ya betul, naik sedikit. Sekarang kita beli dari petani Rp 1.550/Kg dari harga sehari sebelumnya Rp 1.400/Kg," ungkap Sumardi.
Sama seperti para petani lain, Sumardi juga memiliki kebun kelapa sawit sendiri di wilayah Trumon juga berharap agar harga TBS kelapa sawit bisa terus naik hingga kisaran harga Rp 2.900 - Rp 3.000/Kg.
Sebab, harga tersebut sangat sesuai dengan biaya yang dikeluarkan oleh petani sawit.
"Jika harganya Rp 3.000/Kg, pemupukan dan perawatan kebun bisa kita lakukan dengan maksimal. Cuma dengan harga hari ini, para petani harus mensiasati agar biaya perawatan kebun dan pemupukan bisa lebih rendah," ungkapnya.
Terpisah, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Aceh Selatan, Khaidir Amin SE mengakui bahwa harga TBS kelapa sawit mulai merangkak naik, seiring dengan dicabutnya larangan ekspor CPO oleh Pemerintah Pusat.
"Betul, harga TBS mulai naik. Kenaikan ini seiring dengan penghapusan pungutan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya yang berlaku hingga 31 Agustus 2022," ungkap Khaidir Amin.
Khaidir Amin juga meminta pemerintah berperan aktif memantau penggerakan harga TBS kelapa sawit, agar perusahaan CPO tidak melakukan monopoli harga.
"Di sini sangat kita harapkan peran pemerintah, agar harga pembelian TBS kita benar - benar sesuai," harapnya.
Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Keuangan menghapus sementara pungutan ekspor minyak kelapa sawit mentah alias crude palm oil (CPO) beserta produk turunannya.
Ketentuan penghapusan pungutan ekspor CPO dan turunanya ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 115/PMK.05/2022, tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 103/PMK.05/2022 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit pada Kementerian Keuangan.
Dalam revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tarif pungutan ekspor ini, semua produk CPO dan turunannya menjadi USD 0.
Hal ini berlaku sejak diundangkan PMK tersebut pada 15 Juli sampai 31 Agustus 2022.
"Jadi seluruh pungutan-pungutan dicabut, terhitung mulai 15 Juli hingga 31 Agustus 2022. Diperkirakan, selama dua minggu kedepan harga akan kembali normal," pungkas Khaidir Amin.(*)
Baca juga: Harga Sawit di Tingkat Petani Rp 1.400-1.500 Per Kg, Segini Harga CPO di Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tumpukan-tbs-sawit-di-abdya.jpg)