Selasa, 7 April 2026

Berita Aceh Besar

Bocah Tenggelam Belum Ditemukan, Pencarian Dilanjutkan Hari Ini

Lulu Aprilia (7) bocah asal Gampong Cot Gendred, Aceh Besar, yang hilang akibat terseret arus saat mandi-mandi di Pantai Lhoknga

Editor: bakri

JANTHO - Lulu Aprilia (7) bocah asal Gampong Cot Gendred, Kecamatan Blangbintang, Aceh Besar, yang hilang akibat terseret arus saat mandi-mandi di Pantai Lhoknga, hingga batas pencarian yang dilakukan Tim Basarnas pada Senin (15/8/2022) belum juga diketemukan.

Bocah Lulu merupakan satu--dari empat korban--terseret ombak besar saat mandi-mandi di Pantai Lhoknga pada Minggu (14/8/2022) sekitar pukul 16.00 WIB.

Satu korban lain, M Raffi (7) bocah satu kampung dengan Lulu sudah ditemukan pada hari kejadian dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara dua korban lainnya yang sempat terseret arus berhasil diselamatkan warga, setelah kembali dihempas ombak ke darat.

Dua korban selama itu adalah Bayu (12) warga Gampong Cot Gendred dan Aulia (10) asal Gampong Cot Bada, Kecamatan Blangbintang, Aceh Besar.

Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain mengatakan, pencarian terhadap bocah Lulu Aprilia akan dilanjutkan pada Selasa (16/8/2022).

Diterangkan, pencarian pada Senin (15/8/2022), Tim Basarnas menyisir lokasi kejadian hingga sejauh 2 mil menggunakan perahu karet.

"Namun setelah seharian dilakukan pencarian, korban belum ditemukan.

Baca juga: Laut Lhoknga Kembali Telan Korban, 4 Anak Terseret Arus Saat Mandi, 1 Meninggal dan 1 Masih Hilang

Baca juga: Mayat Diduga Pemancing Berhasil Ditemukan, Sempat Mengapung di Pantai Lhoknga

Pencarian akan dilanjutkan Selasa ini," katanya.

Terkait banyaknya musibah yang terjadi di kawasan objek wisata, khususnya wisata pantai, Ibnu Harris meghimbau kepada seluruh masyarakat agar memperhatikan keselamatan diri dan keluaraga saat beraktifitas di tempat-tempat beresiko, khususnya di pantai.

Hal tersebut dikarenakan banyaknya musibah yang terjadi di pantai akibat dari kelalaian pengunjung dan juga kurangnya imbauan serta rambu-rambu peringatan.

Kepada para pengelola wisata, ia meminta agar membuat rambu-rambu peringatan di tempat-tempat yang dianggap rawan atau beresiko terhadap pengunjung.

"Kita mengharapkan juga adanya regulasi dari pihak pihak terkait tentang tempat tempat wisata terutama dari sisi keselamatan, salah satunya membentuk petugas pengamanan objek wisata, Basarnas sendiri siap melatih petugas tersebut," ungkapnya.

Sepanjang tahun 2022 saja, kata dia, Basarnas Banda Aceh menangani 27 musibah membahayakan jiwa manusia, seperti tenggelam, hilang gunung atau hutan, dan evakuasi korban di seluruh wilayah kerja Basarnas Banda Aceh.

Sementara untuk di Banda Aceh dan Aceh Besar saja terdapat 5 kasus orang tenggelam dan 1 kasus evakuasi medis hal tersebut terjadi selama periode Januari hingga Agustus 2022.

"Ada beberapa kasus yang tidak masuk dalam laporan penanganan Basarnas Banda Aceh karena korban sudah selesai dievakuasi," pungkasnya. (i)

Baca juga: Dua Warga Aceh Jaya Tenggelam Saat Memancing, Satu Orang Dapat Menyelamatkan Diri

Baca juga: Hari Kedua Pencarian, Bocah Tenggelam di Pantai Lhoknga belum Ditemukan, SAR Sisir Laut Sejauh 2 Mil

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved