Breaking News:

Presiden Jokowi Minta Menteri Perhubungan Atasi Kenaikan Harga Tiket Pesawat

Menhub menyebut pada faktanya tingkat keterisian pesawat tidak sampai dengan 50 persen sehingga mendorong maskapai harus menetralisasi harga tiket.

Kolase Serambinews / BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo 

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku mendapat keluhan mengenai tingginya harga tiket pesawat sekarang ini.

Hal itu disampaikan Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/8/2022).

"Di lapangan yang saya dengar juga keluhan harga tiket pesawat pak tinggi," kata Jokowi.


Terkait hal tersebut Presiden mengaku sudah memerintahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk menyelesaikannya. Kepada Menteri BUMN Presiden meminta maskapai Garuda Indonesia menambah pesawat.

"Sudah langsung saya reaksi pak Menhub sudah saya perintah segera ini diselesaikan, Garuda Menteri BUMN juga saya sampaikan segera tambah pesawatnya," kata Presiden.

Baca juga: 30 Pemuda Saudi Pembuat Kebahagiaan Siap Latih 100.000 Pemuda Dalam Progam Hiburan dan Pariwisata

Baca juga: Mahfud: Sambo Seperti Punya Kerajaan Sendiri di Polri, sehingga Penyidikan Butuh Waktu Lama

Baca juga: 205 Siswa Arab Saudi dan Teluk Terima Beasiswa Mawhiba, Akhiri Belajar Penelitian Tingkat Tinggi

Dengan seperti itu, kata Presiden, harga tiket pesawat diharapkan kembali normal. Meskipun agak sulit, karena harga avtur tinggi. "Meskipun itu tidak mudah karena harga avtur internasional juga tinggi," katanya.

Diketahui angka inflasi di Indonesia hingga Juli 2022 sebesar 4,94 persen (year on year/yoy). Karena itu Jokowi tidak ingin kenaikan harga tiket pesawat terbang membuat laju inflasi semakin melonjak dan bisa menggerus daya beli masyarakat. Jokowi menyebutkan inflasi saat ini menjadi ancaman bagi negara-negara di dunia.

Merespon hal tersebut, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan sudah berkoordinasi dengan Dirjen Perhubungan Udara mengenai kenaikan harga tiket pesawat terbang.

Kini, kata Menhub, pihaknya terus berupaya menyeimbangkan antara kemampuan sektor transportasi khususnya udara dengan harga tiket.

Hal tersebut lanjut Menhub agar tidak terjadi angka inflasi yang semakin tinggi terutama di sektor transportasi udara.

"Saya sudah sampaikan ke pak Dirjen agar lakukan detail. Bagaimana kita mengatur harga dalam konteks yang detail agar angka inflasi di sektor itu tidak semakin tinggi," ujar Menhub.

Menhub menyebut pada faktanya tingkat keterisian pesawat tidak sampai dengan 50 persen sehingga mendorong maskapai harus menetralisasi harga tiket.

Menhub juga mengakui salah satu komponen yakni bahan bakar avtur yang naik drastis menjadi penyebab kenaikan harga tiket pesawat terbang.

"Ada manajemen yang harus dikoordinasikan dengan daerah agar inflasi tidak tinggi. Kita ajak per klaster misalnya Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan, Aceh, kita ajak mereka ikut sama-sama mencari tingkat okupansi yang lebih baik," kata Menhub.(Tribun Network/fik/har/wly)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved