Breaking News:

Internasional

Presiden Korsel Tegaskan Tidak Akan Mencari Penangkal Nuklir, Utamakan Diplomasi Dengan Korea Utara

Presiden Korea Selatan menegaskan tidak memiliki rencana untuk mengejar penangkal nuklirnya sendiri.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol 

SERAMBINEWS.COM, SEOUL - Presiden Korea Selatan menegaskan tidak memiliki rencana untuk mengejar penangkal nuklir sendiri.

Sebaliknya, dia menyerukan lebih banyak diplomasi dalam menghadapi peningkatan kemampuan senjata nuklir Korea Utara.

Korea Utara telah melakukan uji coba terhadap dua rudal jelajah pada Rabu (17/8/2022).

Peluncuran rudal terdeteksi dari pantai barat Korea Utara beberapa jam sebelum Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol.

Dia mendesak Pyongyang agar kembali ke diplomasi yang bertujuan untuk menukar langkah de nuklirisasi demi keuntungan ekonomi kedua negara tetangga itu.

Militer Korea Selatan, yang tidak mengungkapkan peluncuran sampai setelah pernyataan Yoon, tidak memberikan rincian penerbangan langsung tentang rudal Korea Utara.

Termasuk bagaimana bergerak atau seberapa jauh melakukan perjalanan rudal nuklir Korea Utara.

Baca juga: Jika Perang Pecah, Kim Jong Un Siap Luncurkan Senjata Nuklir ke Amerika Serikat dan Korea Selatan,

Direktur Keamanan Aasional Korsel, Kim Sung-han membahas peluncuran rudal dengan pejabat senior sebelum Yoon berbicara kepada wartawan.

Ketegangan lebih lanjut dapat meningkat ketika Amerika Serikat dan Korea Selatan memulai pelatihan gabungan terbesar dalam beberapa tahun minggu depan untuk melawan ancaman Korea Utara.

Korea Utara menggambarkan latihan semacam itu sebagai invasi dan menanggapinya dengan uji coba rudal atau provokasi lainnya, seperti dilansir AP, Rabu (17/8/2022).

Yoon selama konferensi pers mempertahankan nada pendiam di Pyongyang.

Dia mengatakan Seoul tidak menginginkan perubahan politik di Korea Utara yang dibawa dengan paksa dan saingan harus membangun perdamaian yang berkelanjutan.

Komentar Yoon mengikuti proposalnya pada Senin (15/8/2022) untuk paket bantuan ekonomi berani ke Korea Utara jika meninggalkan program senjata nuklirnya.

Baca juga: Korea Utara Tembakkan 2 Rudal Jelajah ke Arah Lepas Pantai

Dia telah menghindari kritik keras terhadap Korea Utara setelah mengancam pembalasan mematikan pekan lalu atas wabah Covid-19 yang disalahkan pada Korea Selatan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved