Video

VIDEO Pariwisata Bangkit, Kemiskinan Menurun Bersama Almuniza Kamal Kadisbudpar Aceh

Meningkatnya jumlah kunjungan memberikan dampak positif terhadap pengurangan angka kemiskinan dengan terciptanya lapangan kerja

Editor: T Nasharul

SERAMBINEWS.COM - Pariwisata merupakan salah satu industri dengan pertumbuhan tercepat di dunia dan pendorong utama pertumbuhan ekonomi serta kemajuan sosial-ekonomi.

Pengaruh ke aspek ekonomi yang ditimbulkan dari pariwisata adalah dapat merangsang investasi, sebagai penghasil devisa, mampu tumbuhnya industri ekonomi lainnya, mampu berkontribusi dalam penciptaan lapangan pekerjaan dan peningkatan pendapatan, dan mampu menyebabkan skala ekonomi positif.

Potensi untuk mengurangi kemiskinan dilihat dari beberapa fakta dari UNWTO (2018) menyatakan pariwisata dapat mengurangi kemiskinan melalui peningkatan pendapatan nasional, penciptaan lapangan pekerjaan, penerimaan devisa, dan pengembangan daerah.

Baca juga: Lomba Desain Logo dan Tagline Pariwisata Aceh Selatan Masuk Tahapan Lima Besar

Fakor penyebab kemiskinan adalah kurangnya lapangan pekerjaan, pendapatan yang rendah, serta minimnya akses untuk mempengaruhi kualitas hidup.

Kalau melihat berdasarkan data Disbudpar Aceh tahun 2021, ada banyak sekali potensi  kebudayaan dan pariwisata aceh yang bisa dikembangkan untuk mengentas kemiskinan di Aceh.

Dalam data tersebut memperlihatkan bahwa ada 833 objek wisata laut, 1.003 situs cagar budaya, 502 orang pemandu wisata, 553 hotel berbitang dan non berbintang, 398 biro perjalanan wisata, 321 usaha cinderamata, dan ada 1.804 tempat kuliner.

Potensi tersebut bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menurunkan angka kemiskinan di Aceh, menurut data BPS Aceh tahun 2022 Selama periode September 2021-Maret 2022, persentase penduduk miskin di Aceh turun dari 15,53 persen menjadi 14,64 persen . Turun dari 43.300 orang, dari 850.260 orang menjadi 806.820 orang.

Dalam rentang waktu tersebut juga dilonggarkan pembatasan perjalanan akibat pendemi covid-19 sehingga meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan yang berdampak pada penurunan angka kemiskinan.

Meningkatnya jumlah kunjungan memberikan dampak positif terhadap pengurangan angka kemiskinan dengan penciptaan lapangan kerja serta bergeraknya usaha UMKM.

Tahun 2017 pariwisata sebagai penyumbang PDB dunia sebesar 10 persen , yang menyumbang 1 dari setiap 10 pekerjaan di seluruh dunia, dan penyumbang 30 % ekspor dunia tertinggi yang menghasilkan pendapatan ekspor.

Pariwisata merupakan sektor yang berpusat pada penggunaan sumber daya manusia sebagai penggeraknya. Pariwisata juga memberkan dampak terhadap pengembangan daerah local yang nantinya mampu mengentas kemiskinan.

Baca juga: Aceh Tourism Roadshow Hadir di Transmart, Promosikan Produk Ekraf Hingga Wisata Aceh ke Jakarta

Industri pariwisata lebih beragam jika dibandingkan dengan industri lainnya. Hal ini adalah sebuah potensi yang dapat digunakan untuk membantu aktivitas ekonomi lainnya, baik melalui penyediaan pekerjaan paruh waktu yang dapat mendukung mata pencaharian pokok masyarakat dan juga menambah pendapatan melalui luasnya rantai pasokan barang dan jasa.

Beberapa industri formal, akan menuntut keterampilan kerja dan latar pendidikan tertentu dalam proses rekrutmen.

Namun, industri pariwisata menyediakan kesempatan bekerja yang luas, baik bagi pekerja terampil maupun yang tidak terampil. Hal ini tentu akan sangat menguntungkan bagi para pekerja yang tidak memiliki akses untuk mendapatkan pekerjaan formal.

Baca juga: Khazanah Piasan Nanggroe Sudah Di-launching, 101 Even akan Warnai Pariwisata Aceh

Infrastruktur pendukung pariwisata, seperti jalan, jembatan, ketersediaan air bersih dan akses telekomunikasi akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat miskin.

Oleh sebab itu, pariwisata menjadi salah kunci untuk menuntaskan kemiskinan di sebuah daerah. Dengan hidupnya pariwisata maka seluruh roda ekonomi akan ikut bergerak dan saling memperkuat masing-masing sektor di dalamnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved