Breaking News:

Kupi Beungoh

Gagalkah Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh, Haruskah Dinas Syariat Islam Dileburkan?

Banyak fenomena kerusakan akhlak terjadi di masyarakat membuat sebagian orang melihatnya sebagai tanda-tanda gagalnya pelaksanaan Syariat Islam

Editor: Amirullah
ist
Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh. 

Oleh: Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag*)

Banyak fenomena kerusakan akhlak terjadi di masyarakat membuat sebagian orang melihatnya sebagai tanda-tanda gagalnya pelaksanaan Syariat Islam di Aceh.  

Namun menurut pandangan saya,  ini adalah warisan dan imbas pendidikan masa lalu yang menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan Syariat Islam di Aceh.  

Generasi sekarang adalah hasil didikan masa lalu, kondisi sekarang adalah imbas pendidikan masa lalu.

Artinya pendidikan yang ditempuh oleh anak selama 20 tahun (playgrup/TK 3 tahun, SD/MI 6 Tahun, SMP/MTsN 3 tahun, SMA/MA 3 tahun, Perguruan Tinggi 5 tahun)  belum mampu membentuk peserta didik menjadi seorang muslim yang ta'at, belum mampu menjadikan peserta didik (generasi penerus sekarang ), " Sami'na wa atha'na ( kami dengar kami ta'at), dengan setiap perintah dan larangan Allah SWT.

Ikhtiar menjadikan anak didik muslim yang ta'at harus menjadi prioritas,  baik dalam perencanaan maupun dalam pelaksanaan pendidikan Islam.

Baca juga: Nilai Pendidikan Dalam Momentum Kemerdekaan Indonesia 1945 - 2022

Dalam bingkai ini pendidikan  Islam  dirancang, dilaksanakan dan dievaluasi jika belum tercapai.

Agar anak didik mandiri secara ibadah, mandiri secara ilmu dan mandiri secara skiil. Untuk dapat menopang kehidupan mereka sendiri dan melanjutkan warisan pelaksanaan syariat Islam.

Jika tidak, tanpa kita sadari yang terjadi kemudian merekalah orang-orang yang akan merusak Islam itu sendiri.

Baik dalam waktu dekat mereka tidak melaksanakan perintah agama, tidak menjauhi larangan, dalam jangka panjang mereka tidak sanggup mewariskan syariat ini kepada anak  cucu  mereka nantinya.  

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved