Breaking News:

Kupi Beungoh

Gagalkah Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh, Haruskah Dinas Syariat Islam Dileburkan?

Banyak fenomena kerusakan akhlak terjadi di masyarakat membuat sebagian orang melihatnya sebagai tanda-tanda gagalnya pelaksanaan Syariat Islam

Editor: Amirullah
ist
Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh. 

Merupakan sebuah upaya bersama yang harus dilaksanakan untuk terwujudnya aktualisasi risalah Islam secara kaffah sebagai sistem hidup universal.

Yaitu membangun dan mewujudkan masyarakat yang paham akan kebijakan, enggan melakukan kemungkaran, punya rasa saling menghormati hak dan kewajiban, patuh serta taat kepada Allah SWT.

Untuk itu, kelahiran lembaga yang mewadahi berlangsungnya proses ini secara sistematis menjadi suatu keharusan. Wadah ini sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 33 Tahun 2001 terwujudnya dalam bentuk Dinas Syariat Islam.

Ini diperlukan mengingat ada banyak hal yang secara terang terangan, maupun diam-diam, kita sadari atau tidak,  kita sedang digiring oleh keadaan untuk jauh dari  Islam.  

Baca juga: ISLAM, Mengharamkan Pernikahan Beda Agama untuk Menjaga Aqidah dan Keturunan

Oleh karena itu perlu kerjasama semua pihak agar Syariat Islam di negeri serambi mekah ini tegak dengan utuh sebagaimana kita harapkan  bersama.

Ada lima tujuan Syariat Islam yaitu untuk menjaga Agama, menjaga keturunan, menjaga harta, menjaga jiwa dan menjaga akal.

Namun yang terjadi di masyarakat ada banyak perilaku yang  menyimpang dari aturan syariat yang bisa menghancurkan syariat Islam itu sendiri dan bisa membuat  generasi Islam di masa mendatang akan hilang.

Ini perlu perhatian serius dan mendesak dari semua umat Islam agar Syariat Islam tetap tegak dibumi Aceh yang kita cintai.

Beberap contoh fenomena di masyarakat yang bertentangan dengan tujuan Syariat.

Tujuan syariat Islam yang pertama adalah menjaga Agama, dengan mewajibkan setiap muslim  berdakwah, dan mengamalkan perintah syariat, meninggalkan larangan-Nya.

Baca juga: Nilai-nilai Pendidikan Dalam Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS

Berdakwah  dapat dilakukan dengan lisan, tulisan atau dak'wah dengan memberikan contoh yang baik kepada orang  lain.

Yang terjadi sa'at ini kegiatan berdakwah itu hanya dilakukan oleh sebagian kecil umat Islam. Seolah olah tugas dakwah itu hanya tugas ulama atau ustadz, bukan tugas setiap muslim.

Dalam Syariat Islam, berdakwah itu tugas semua umat Islam,  berdakwah dengan segenap kemampuan yang dimiliki, boleh dengan lisan, dengan tulisan atau dengan contoh teladan yang  baik.  Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:

Sampaikan dariku walau satu ayat. ( HR. Bukhari).

Baca juga: Pendidikan Seks Pada Anak Antisipasi Pelecehan Seksual, Pemerkosaan dan Pergaulan Bebas

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved