Breaking News:

Opini

Selamatkan Bonus Demografi

BONUS demografi merupakan sebuah kondisi yang menggambarkan jumlah penduduk produktif lebih dominan dibandingkan penduduk non-produktif

Editor: bakri
Selamatkan Bonus Demografi
FOR SERAMBINEWS.COM
ADNAN, Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) IAIN Lhokseumawe

OLEH ADNAN, Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) IAIN Lhokseumawe

BONUS demografi merupakan sebuah kondisi yang menggambarkan jumlah penduduk produktif lebih dominan dibandingkan penduduk non-produktif.

Penduduk dianggap produktif jika rasio usia antara 15 hingga 64 tahun, serta jika usia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun dianggap non-produktif.

Secara demografis, jika penduduk produktif lebih dominan dalam suatu negara, maka dianggap sebagai “peluang” dalam mewujudkan kemajuan negara itu.

Sebaliknya, jika rasio penduduk nonproduktif lebih dominan, maka dianggap sebagai “hambatan” dalam menggapai kemajuan suatu negara.

Maka, peristiwa demografi dianggap sebagai “bonus atau berkah” kependudukan bagi suatu negara yang mesti diselamatkan.

Di Asia, negara yang telah menikmati bonus demografi yaitu Tiongkok dan Korea Selatan.

Adapun di Asia Tenggara, negara yang telah mengalami bonus demografi yaitu Singapura dan Thailand.

Sedangkan Indonesia akan memanen bonus demografi pada tahun 2028 hingga 2035 dengan rasio ketergantungan terendah 47 per 100.

Baca juga: Data BPS: Ekonomi Jateng Tumbuh 5,66 Persen di Kuartal II-2022, Lebih Tinggi dari Capaian Nasional

Baca juga: Kunjungi BPS Aceh, Haji Uma Bahas Satu Data Indonesia dan Data Kemiskinan Aceh

Artinya, setiap 100 orang usia produktif hanya menanggung 47 orang usia non-produktif pada kisaran tahun tersebut (Nugraha dkk, 2014: 34).

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved