Breaking News:

Opini

Selamatkan Bonus Demografi

BONUS demografi merupakan sebuah kondisi yang menggambarkan jumlah penduduk produktif lebih dominan dibandingkan penduduk non-produktif

Editor: bakri
Selamatkan Bonus Demografi
FOR SERAMBINEWS.COM
ADNAN, Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) IAIN Lhokseumawe

Sebab, tanpa sinergisitas dan kolektivitas antar warga bangsa, Indonesia akan kesulitan dalam mendulang “keberkahan” dengan hadirnya bonus demografi.

Upaya penyelamatan Berikut beberapa langkah strategis yang mesti dilakukan sebagai syarat untuk mendulang “keberkahan” bonus demografi di Indonesia, yaitu: Pertama, menyiapkan kualitas sumber daya manusia.

Sumber daya manusia (SDM) merupakan syarat utama untuk mewujudkan daya saing warga bangsa di dunia global.

Kualitas SDM ini tercermin dari jumlah rasio angka partisipasi sekolah (APS) penduduk.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, bahwa di Indonesia kelompok usia sekolah 7-12 tahun telah mencapai 99,19 persen, kelompok usia 13-15 tahun telah mencapai 95,99 persen, kelompok usia 16-18 tahun hanya mencapai 73,09 persen, dan kelompok usia 19-24 tahun hanya mencapai 26,01 persen.

Data ini menggambarkan bahwa penduduk Indonesia berusia 16-18 tahun yang tidak bersekolah mencapai 26,91 persen, dan yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi mencapai 73,99 persen.

Ini patut menjadi perhatian serius pemerintah untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah penduduk Indonesia pada kelompok usia 16-18 tahun dan 19-24 tahun.

Kedua, tersedianya lapangan kerja.

Secara logika, adanya bonus demografi akan berdampak pada penduduk usia kerja lebih dominan, bahkan diprediksi pada tahun 2050 jumlah angkatan kerja akan mencapai 187 juta jiwa.

Hal ini menggambarkan bahwa ketergantungan terhadap lapangan kerja sangat tinggi pada tahun melimpahnya bonus demografi di Indonesia.

Maka, perlu ketersediaan lapangan kerja yang luas dan berkualitas di Indonesia, agar tumbuhnya kemandirian ekonomi dan meningkatnya daya beli masyarakat.

Penguatan pada bidang ekonomi kreatif merupakan terobosan fundamental yang mesti serius didukung oleh seluruh elemen bangsa untuk menggenjot tersedianya lapangan kerja.

Jika minimnya lapangan kerja yang tersedia, akibatnya bonus demografi akan menjadi beban atau “musibah” bagi bangsa Indonesia.

Ketiga, menyukseskan program keluarga berencana.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved