Breaking News:

Jurnalisme Warga

Menggairahkan Kembali Tradisi Baca Nazam di Aceh Besar

Nazam Teungku Di Cucum adalah sebuah risalah nasihat agama yang sangat digemari masyarakat di tiga kecamatan dalam kabupaten Aceh Besar

Editor: bakri
Menggairahkan Kembali Tradisi Baca Nazam di Aceh Besar
FOR SERAMBINEWS.COM
T. A. SAKTI, Peminat hikayat, tambeh, dan nazam Aceh, melaporkan dari Gampong Bucue, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie

OLEH T. A. SAKTI, Peminat hikayat, tambeh, dan nazam Aceh, melaporkan dari Gampong Bucue, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie

SEJAK Syekh Abdussamad alias Teungku Di Cucum selesai menulis Hikayat Akhbarun Na’im tahun 1274 H sampai hari ini (tahun 1444 H), masyarakat Aceh Besar tidak pernah bosan membaca dan mendengar pembacaan hikayat itu.

Masyarakat sekarang menyebutnya nazam, bukan hikayat seperti tertulis dalam naskahnya.

Nazam Teungku Di Cucum adalah sebuah risalah nasihat agama yang sangat digemari masyarakat di tiga kecamatan dalam kabupaten Aceh Besar, yaitu Kecamatan Darussalam, Kuta Baro, dan Kecamatan Krueng Barona Jaya.

Saya yakin, tempo dulu nazam ini pasti lebih banyak penggemarnya dibandingkan hanya di tiga kecamatan seperti sekarang.

Tentu banyak judul nazam lain yang telah ditulis para ulama Aceh, tapi tak digemari lagi oleh masyarakat Aceh.

Tinggallah Nazam Akhbarun Na’im satu-satunya sekarang dan hanya dikenal di tiga kecamatan di Aceh Besar itu.

Sudah sekitar 170 tahun warga dari gampong-gampong dalam tiga kecamatan itu tak pernah 'glak' (bosan) menyimak bacaan nazam itu.

Di antara para pembaca nazam yang terkenal dan sering diundang warga masyarakat ialah: 1) Keuchik Hasan Lam Ujong, 2) Tgk H Abubakar Beurangong, 3) Tgk Ismail (Teumuda Ma’i), 4) Tgk Ali Cot Cut, 5) Let Markam Hasan (Pak Let), 6) Tgk H Abdurrahman Lamceu (Pak Mukim), dan 7) Tgk Ismail alias Cut ‘E dari Tanjong Dayah.

Baca juga: Teungku Ismail Lebih 50 Tahun Membaca Nazam Teungku Di Cucum

Baca juga: Tgk Ghazali Abbas Adan Sampaikan Tausyiah Lewat Nazam pada Takziah Virtual untuk Pak Syam

Sebanyak lima orang (pembaca nomor 1-5) telah meninggal dunia, maka tinggallah Pak Mukim dan Cut ‘E yang melanjutkannya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved