Berita Banda Aceh
6.000 Warga Aceh Daftar MyPertamina, Konsumsi BBM Bersubsidi Masih Kencang
Hingga saat ini sudah 6 ribu warga Aceh yang mendaftarkan kendaraannya di aplikasi MyPertamina
BANDA ACEH - Hingga saat ini sudah 6 ribu warga Aceh yang mendaftarkan kendaraannya di aplikasi MyPertamina.
Hal itu disampaikan oleh Sales Area Manager PT Pertamina Aceh Sonny Indro Prabowo kepada Serambi, Kamis (25/8/2022).
Pendaftaran kendaraan tersebut sebagai syarat untuk bisa membeli BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar dalam beberapa waktu kedepan.
Sonny mengatakan, meski jumlah kendaraan atau mobil yang didaftarkan di aplikasi MyPertamina sudah 6 ribu unit.
Namun, jumlah itu diperkirakan hanya 2 persen dari jumlah mobil yang ada di Aceh, yang mencapai 250 ribu unit.
Untuk memudahkan dan meningkatkan jumlah kendaraan yang terdaftar di aplikasi MyPertamina, pihaknya terus memperbanyak jumlah gerai pendaftaraan atau konsultasi.
Jika sebelumnya hanya ada 5 gerai di Banda Aceh, maka saat ini sudah ada 42 gerai di seluruh Aceh.
Baca juga: Enam Riibu Warga Aceh Telah Mendaftar di Akun Mypertamina, Syarat untuk Beli BBM Bersubsidi
Baca juga: Benarkah Mulai 1 Agustus Beli BBM Subsidi tak Pakai MyPertamina tak Dilayani? Ini Penjelasannya
Ia menambahkan, pendaftaran masih akan terus dibuka hingga waktu yang belum ditentukan.
Karena hingga saat ini pembeliaam BBM bersubsidi dengan aplikasi MyPertamina belum resmi diberlakukan.
Karena masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.
“Kami mengajak pengguna kendaraan di Aceh untuk mendaftar di aplikasi MyPertamina, supaya saat nanti diberlakukan mereka sudah terdaftar.
Karena kita khawatirkan jika nanti mendaftar dalam waktu yang bersamaan tentu akan ada kendala-kendalanya,” ujar Sonny.
Di sisi lain, pihaknya juga terus mendampingi SPBU yang ada di Aceh untuk melengkapi sejumlah syarat-syarat untuk pemberlakuan aplikasi MyPertamina saat membeli BBM subsidi.
Dikatakan, saat ini memang sudah ada SPBU yang sudah siap dalam menggunakan aplikasi MyPertamina.
Namun belum bisa dicoba oleh pelanggan, karena aplikasi tersebut belum resmi diberlakukan.
Sementara itu kuota subsidi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diperkirakan tidak mampu mencukupi kebutuhan konsumsi sampai akhir tahun 2022.
Data Pertamina mencatat, realisasi penyaluran penyaluran Pertalite sudah mencapai 16,8 juta kiloliter (kl) sepanjang Januari-Juli 2022.
Kuota penyaluran Pertalite saat ini ditetapkan sebesar 23 juta kiloliter.
Artinya, menurut hitungan kasar, sisa plafon kuota penyaluran Pertalite di 5 bulan terakhir tahun 2022 tinggal tersisa sekitar 6,2 juta kl.
Sama seperti Pertalite, realisasi penyaluran solar bersubsidi juga sudah semakin mendekati kuota yang telah ditetapkan.
Hingga akhir Juli lalu, realisasi penyaluran solar bersubsidi sudah mencapai 9,9 juta kiloliter, kurang sekitar 5 juta kiloliter lagi sampai menyamai kuota tahun ini yang ditetapkan sebesar 14,9 juta kiloliter.
Di sisi lain, konsumsi BBM bersubsidi saat ini masih kencang.
Pertalite misalnya, menurut Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengungkapkan, saat ini konsumsi Pertalite per bulan bisa mencapai sekitar 2,5 juta kiloliter.
Walhasil, konsumsi Pertalite hingga akhir tahun 2022 bisa saja melampaui kuota yang telah ditetapkan.
“Kalau dengan kondisi seperti ini, penyaluran seperti biasa, maka Pertalite bisa sampai 29 juta kl, dan solar (bersubsidi) bisa sampai 17 juta kl,” tutur Irto, Kamis (25/8/2022). (mun/kontan.co.id)
Baca juga: Warga Mulai Daftar MyPertamina di Posko SPBU Lamnyong, Masih Tahap Pendaftaran
Baca juga: Pertamina Buka 5 Booth Konsultasi Subsidi Tepat MyPertamina, Ini Lokasinya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/my-pertamina-9780.jpg)