Video
VIDEO - Jalan Pedalaman Peudada Belum Pernah Diaspal Sejak Indonesia Merdeka
Masyarakat setempat mengharapkan jalan utama bagi ratusan warga di sebelah selatan Keude Peudada Bireuen tersebut segera diaspal.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: m anshar
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, Sepanjang 6 KM lebih jalan Gampong Lawang, Peudada Bireuen mulai dari kawasan desa Hagu sampai ke bendungan irigasi Aneuk Gajah Rheut kondisinya masih bebatuan dan belum pernah diaspal sejak Indonesia Merdeka.
Masyarakat setempat mengharapkan jalan utama bagi ratusan warga di sebelah selatan Keude Peudada Bireuen tersebut segera diaspal.
Amatan Serambinews.com, jalan ke Lawang Peudada mulai dari Keude Peudada ke arah selatan sampai ke irigasi Aneuk Gajah Rheut panjangnya sekitar 6 KM.
Sebagian mulai dari Keude Peudada sudah diaspal, memasuki Gampong Hagu sampai Lawang jalan masih berbantuan, berlubang dan juga berdebu.
Faisal selaku Sekdes Desa Lawang mengatakan, melancarkan aktivitas perekonomian masyarakat, Pemkab Bireuen diharapkan dapat mengaspal badan jalan utama di Gampong Lawang, Kecamatan Peudada tembus bendungan Aneuk Gajah Rheut yang kondisi selama ini masih tanah berbatu.
Saat musim kemarau jalanana berdebu, dan berlumpur ketika musim hujan tiba.
Jalan menuju ke Gampong Lawang melalui pusat Kota Ibukota Peudada melintasi beberapa gampong jalannya sudah diaspal sampai ke Hagu, kemudian sampai ke pedalaman bendungan irigasi belum diaspal.
Setiap tahun kata Sekdes, usulan pembangunan jalan tersebut diusulkan dalam Musrenbang Kecamatan Peudada dan pernah di urutan pertama tetapi belum juga terealisasi sampai sekarang. (*)
Narator: Syita
Video Editor: M Anshar