Breaking News:

Internasional

Khawatirkan Krisis Pangan, Bangladesh Impor Beras dari Vietnam dan India

Pemerintah Bangladesh ingin mencegah terjadinya krisis pangan di negaranya. Pemerintah sedang menyelesaikan kesepakatan dengan Vietnam dan India

Editor: M Nur Pakar
AFP
Pedagang menempatkan beras di guci keramik untuk dijual kepada masyarakat Bangladesh. 

SERAMBINEWS.COM, DHAKA - Pemerintah Bangladesh ingin mencegah terjadinya krisis pangan di negaranya.

Pemerintah sedang menyelesaikan kesepakatan dengan Vietnam dan India untuk mengimpor total 330.000 ton beras.

Bangladesh terus berusaha mengisi kembali cadangan dan menstabilkan harga domestik.

Melonjaknya harga bahan pokok bagi 165 juta penduduk negara itu menimbulkan masalah bagi pemerintah.

Pemerintah telah berencana memperluas penjualan beras dengan potongan harga untuk membantu orang-orang yang terkena dampak harga tinggi.

Negara Asia Selatan itu akan membeli 100.000 ton beras pratanak dari perusahaan publik India.

Baca juga: Harga Beras Bergerak Naik, Bulog Sementara Stop Pembelian

Kemudian, 200.000 ton beras pratanak dan 30.000 ton beras putih dari Vietnam, kata pejabat pemerintah.

Harga beras pratanak dari Vietnam akan $521 per ton dan beras putih $494 per ton, kata para pejabat, yang berbicara tanpa menyebut nama karena kesepakatan tersebut belum diumumkan.

Harga beras dari negara tetangga India akan menjadi $443,50 per ton melalui pelabuhan laut dan $428,50 per ton melalui kereta api, kata para pejabat.

Semua harga sudah termasuk ongkos angkut, asuransi dan biaya bongkar, kata mereka.

“Persiapan sedang dilakukan untuk menandatangani kesepakatan segera,” kata salah satu pejabat kepada Arab News, Selasa (30/8/2022).

Dia menambahkan beras akan dikirimkan dalam waktu dua sampai tiga bulan setelah penandatanganan.

Baca juga: Memasuki Musim Tanam Gadu, Harga Beras Lokal Bergerak Naik, Bulog Setop Sementara Pembelian Beras

Pemerintah Bangladesh juga mengadakan pembicaraan dengan Myanmar untuk meng impor beras, kata para pejabat, mengesampingkan keretakan atas krisis pengungsi Rohingya.

Bangladesh minggu ini memangkas bea masuk beras menjadi 15 persen dari 25 persen, memotongnya untuk kedua kalinya sejak Juli 2022 dalam upaya meningkatkan impor swasta.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved