Breaking News:

Internasional

Khawatirkan Krisis Pangan, Bangladesh Impor Beras dari Vietnam dan India

Pemerintah Bangladesh ingin mencegah terjadinya krisis pangan di negaranya. Pemerintah sedang menyelesaikan kesepakatan dengan Vietnam dan India

Editor: M Nur Pakar
AFP
Pedagang menempatkan beras di guci keramik untuk dijual kepada masyarakat Bangladesh. 

Rencana impor beras swasta, bagaimanapun, menghadapi kemunduran dengan hanya membeli 36.000 ton sejak Juli, 2022.

Setelah pemerintah mengizinkan pedagang swasta untuk mengimpor hampir 1 juta ton biji-bijian pokok setelah memangkas bea masuk menjadi 25,0 persen dari 62,5 persen.

Pemerintah akan mulai menjual beras dengan harga lebih murah untuk 5 juta keluarga miskin dan memperluas penjualan tersebut mulai September 2022.

Hal itu dalam upaya mengendalikan lonjakan harga domestik, yang melihat kenaikan lagi setelah menaikkan harga minyak domestik awal bulan ini.

Baca juga: Warga Terganggu Eksplorasi Minyak Di Kampung Dalam Tamiang, Cuma Diberi Beras dan Mi Instan

Bangladesh, yang secara tradisional merupakan produsen beras terbesar ketiga di dunia dengan sekitar 35 juta ton per tahun, menggunakan hampir semua produksinya untuk memberi makan rakyatnya.

Masih sering membutuhkan impor untuk mengatasi kelangkaan akibat banjir atau kekeringan.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved