Selasa, 12 Mei 2026

Internasional

Pertempuran Sengit Antara Pasukan Pecah di Baghdad, 23 Warga Irak Tewas

Pertempuran antara pasukan Irak yang bersaing berkobar pada hari kedua Selasa (30/8/2022).

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Seorang pria yang membawa bendera nasional Irak menyaksikan kobaran api dari pertempuran sengit kelompok bersenjata di Baghdad, Irak, Selasa (30/8/2022) 

SERAMBINEWS.COM, BAGHDAD - Pertempuran antara pasukan Irak yang bersaing berkobar pada hari kedua Selasa (30/8/2022).

Tembakan roket terus menggema dari Zona Hijau Baghdad di mana 23 pendukung pemimpin kuat Syiah Moqtada Sadr ditembak mati, kata petugas medis.

Ketegangan meningkat di Irak di tengah krisis politik yang membuat negara itu tanpa pemerintahan baru.

Bentrokan meningkat tajam setelah para pendukung Sadr pada Senin (29/8/2022) sore menyerbu istana pemerintah menyusul pengumuman pemimpin mereka mundur dari politik.

Kekerasan itu membuat pendukung Sadr melawan faksi-faksi Syiah saingan yang didukung oleh negara tetangga Iran.

Sepanjang Senin (29/8/2022) malam, penembakan menargetkan Zona Hijau dengan keamanan tinggi yang menampung gedung-gedung pemerintah dan misi diplomatik.

Baca juga: Pasukan Keamanan Irak Gagalkan Serangan ISIS di Kirkuk

Setidaknya tujuh peluru jatuh di Zona Hijau dengan keamanan tinggi, kata sumber keamanan dengan syarat anonim, tetapi tidak segera jelas siapa yang bertanggung jawab.

Sumber keamanan mengatakan pendukung Sadr melepaskan tembakan ke Zona Hijau dari luar.

Tetapi, pasukan keamanan di dalam tidak menanggapi.

Setelah jeda, bentrokan baru antara pendukung Sadr dan tentara dan orang-orang Hashed Al-Shaabi, mantan paramiliter yang didukung Teheran yang terintegrasi ke dalam pasukan Irak, meletus lagi pada Selasa (30/8/2022) pagi.

Suara tembakan otomatis dan ledakan granat berpeluncur roket yang lebih berat dapat terdengar dari Zona Hijau, koresponden AFP melaporkan.

Baca juga: Iran Membangun Beberapa Bendungan, Masalah Kekeringan Juga Seperti di Irak

Misi PBB di Irak memperingatkan eskalasi yang sangat berbahaya dan meminta semua pihak untuk menahan diri dari tindakan yang dapat menyebabkan rantai peristiwa yang tak terhentikan," katanya.

“Kelangsungan hidup negara sedang dipertaruhkan,” kata PBB.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved